Nabi ﷺ Mengingatkan: Sayangi Makhluk, Maka Allah Menyayangimu
Purwakarta, (22/05). Kasih sayang merupakan akhlak mulia yang menjadi ciri seorang mukmin. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah kepada Allah semata, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup.
Sering kali seseorang merasa perbuatannya kecil dan tidak berarti, padahal sikap kasar, ucapan menyakitkan, atau tindakan zalim kepada makhluk Allah dapat menjadi sebab hilangnya keberkahan hidup.
Muhammad ﷺ bersabda:
«الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ.»
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh Yang di langit.”
HR. Tirmidzi No. 1924
Hadist ini menjadi pengingat bahwa rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang memiliki hati lembut dan penuh kasih. Sebaliknya, kekerasan hati dan kebiasaan menyakiti makhluk dapat menjauhkan seseorang dari kasih sayang-Nya.
Menyayangi makhluk tidak selalu dalam perkara besar. Senyum yang tulus, ucapan yang baik, membantu sesama, tidak menyakiti hewan, hingga menjaga lisan dari menyakiti orang lain adalah bentuk kasih sayang yang bernilai ibadah di sisi Allah.
Kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia. Begitu pula keburukan, sekecil apa pun dapat kembali kepada pelakunya. Karena itu, seorang muslim hendaknya menjaga sikap, lisan, dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba yang lembut hatinya, ringan menolong sesama, serta senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya.
آمِــــــــــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ