Keputrian LDII Jatiluhur Wujudkan Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

Keputrian LDII Jatiluhur Wujudkan Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

Purwakarta, (03/05). Kegiatan Keputrian LDII Jatiluhur kali ini mengajak para remaja putri untuk memanfaatkan pangan lokal dengan membuat makanan berbasis Ketahanan Pangan. Hal ini merupakan upaya meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan kemandirian remaja putri. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal, tetapi juga diarahkan sebagai langkah awal dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan remaja.

Dalam praktiknya, peserta mengolah singkong menjadi stik singkong dan membuat kue putu. Pada pembuatan stik singkong, bahan yang digunakan meliputi singkong, tepung tapioka, bawang putih, garam, dan air. Proses pembuatannya dimulai dengan mengukus singkong hingga empuk, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bumbu serta tepung. Adonan lalu dibentuk memanjang dan digoreng hingga matang dan renyah.

Sementara itu, kue putu dibuat dari bahan tepung beras, gula merah, kelapa parut, dan garam. Pembuatannya dilakukan dengan memasukkan tepung beras dan gula merah ke dalam cetakan, kemudian dikukus hingga matang, dan disajikan dengan taburan kelapa parut.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan mengolah makanan, tetapi juga dikenalkan pada potensi ekonomi dari pangan lokal. Produk seperti stik singkong dan kue putu memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan, mengingat bahan yang mudah diperoleh, proses pembuatan yang sederhana, serta memiliki nilai jual di masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka wawasan remaja putri bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan demikian, kegiatan keputrian ini diharapkan mampu mencetak generasi remaja putri yang kreatif, mandiri, serta memiliki semangat berwirausaha berbasis potensi lokal.