LDII Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Melalui Akademi Entrepreneur

LDII Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Melalui Akademi Entrepreneur

Jatinangor (31/01). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi generasi muda melalui penyelenggaraan Business Workshop Akademi Entrepreneur LDII yang digelar di Graha Aulia, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bagian EPM DPD LDII Kabupaten Purwakarta Joko Taruno Sembodo, S.Pd., serta Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta J. Harpendi, yang mengikuti rangkaian acara sejak pagi hingga sore hari.

Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, mengatakan Akademi Entrepreneur merupakan upaya LDII membekali generasi muda agar memiliki keterampilan dan mental kewirausahaan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Menurutnya, pemuda perlu didorong untuk tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Melalui akademi entrepreneur ini, kami ingin membangun kemandirian ekonomi generasi muda LDII agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Dicky saat membuka kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa Polda Jawa Barat berharap masjid-masjid LDII dapat dimanfaatkan sebagai rest area bagi para pemudik pada masa Lebaran. LDII, kata dia, siap mendukung upaya tersebut sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kenyamanan dan keamanan selama arus mudik.

Sementara itu, mewakili Kapolda Jawa Barat, AKBP Ade Hermanto mengapresiasi inisiatif LDII dalam menyelenggarakan Akademi Entrepreneur. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, pembangunan ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas sosial dan keamanan. Lingkungan yang aman dan kondusif akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII, dalam mendukung pembangunan melalui kegiatan-kegiatan positif seperti pengembangan wirausaha,” ujarnya.

Ade juga menambahkan bahwa Polri saat ini mendukung berbagai program pemerintah, termasuk ketahanan pangan.

Ia mencontohkan keterlibatan aparat dalam mendukung penanaman komoditas pangan hingga pendistribusian beras guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
Ia menilai tema wirausaha digital yang diangkat dalam workshop tersebut relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Adaptasi terhadap digitalisasi dinilai penting agar masyarakat mampu menciptakan usaha yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Kemandirian ekonomi masyarakat akan memperkuat ketahanan sosial dan mendukung terciptanya situasi yang kondusif,” pungkasnya.