Majelis Taklim Nurridwan Gelar Musyawarah Pleno, Matangkan Persiapan Qurban 1447 H
Purwakarta, (03/05). Majelis Taklim Nurridwan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ciseureuh, Purwakarta, menggelar Rapat Musyawarah Pleno, di Aula Nurridwan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah qurban tahun 1447 Hijriah. Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11. 30 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Majelis Taklim bersama tim persiapan qurban.
Suasana musyawarah berlangsung khidmat namun dinamis, dengan fokus utama pada penguatan koordinasi dan kesiapan teknis pelaksanaan qurban.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pembina Wanhat, Kiyai Darwanto, M.T dan H. Jojo Suwarjo, yang memberikan arahan serta penguatan penting terkait pelaksanaan ibadah qurban agar berjalan sesuai syariat, tertib, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari evaluasi pelaksanaan qurban tahun sebelumnya hingga pembentukan struktur kepanitiaan yang lebih solid. Selain itu, pembahasan teknis seperti pengadaan hewan qurban, proses penyembelihan, hingga mekanisme distribusi daging juga menjadi perhatian utama.


“Musyawarah ini menjadi kunci dalam menyatukan langkah dan niat kita bersama, agar pelaksanaan qurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga membawa keberkahan bagi semua pihak,” ungkap salah satu pembina dalam arahannya.
Hasil musyawarah menyepakati bahwa pelaksanaan qurban tahun ini akan mengedepankan prinsip kebersamaan, ketertiban, serta kepatuhan terhadap syariat Islam.
Pengadaan hewan qurban direncanakan dilakukan secara terkoordinasi, sementara distribusi daging akan diprioritaskan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Dengan terselenggaranya rapat pleno ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kesiapan, sehingga pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H di lingkungan Majelis Taklim Nurridwan dapat berjalan lebih optimal.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Majelis Taklim Nurridwan dalam menjaga tradisi musyawarah sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan memastikan setiap program keagamaan terlaksana secara terencana dan berkelanjutan.