Pengajian Muda-Mudi LDII Purwakarta Tekankan Pembinaan Akhlak Generasi Muda

Pengajian Muda-Mudi LDII Purwakarta Tekankan Pembinaan Akhlak Generasi Muda

Purwakarta, (01/02). Pengajian muda muda 19 tahun keatas kembali diadakan di Aula Majelis Taklim Nasrullah Cikampek, dan berlangsung dari pukul 09.30 – 11.30. Pengajian ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Purwakarta dalam melakukan pembinaan generasi muda.

Dalam pengajian ini, materi utama disampaikan oleh Ustadz Indaryono, yang membahas tentang beberapa perbuatan yang tidak Allah sukai. Ustadz Indaryono menjelaskan bahwa di antara hal-hal tersebut yaitu menyembah Allah namun masih menyekutukan Allah, menyebarkan kabar atau informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoax, memperbanyak pertanyaan yang tidak bertujuan untuk diamalkan, serta menyia-nyiakan harta.

Lebih lanjut, Ustadz Indaryono menyoroti fenomena pergaulan di kalangan anak muda masa kini, khususnya terkait larangan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang tidak sesuai dengan tuntutan Islam. Beliau menjelaskan bahwa pelanggaran besar antara perempuan dan laki-laki sering kali dimulai dari hal-hal kecil, contohnya dalam zaman sekarang lewat komunikasi chatting tanpa kepentingan yang jelas. Apabila tidak dijaga, hal tersebut dapat menjerumuskan pada perbuatan yang dilarang.

Selain itu, disampaikan juga soal pentingnya membangun kepekaan hati terhadap amal perbuatan. Seorang muslim dianjurkan untuk merasa senang dan bersyukur ketika mampu melaksanakan kebaikan atau menunaikan kewajiban, contohnya seperti ketika seseorang mengikut pengajian hendaknya dia mengucapkan syukur “Alhamdulillah saya dapat menuntut ilmu dengan mengaji hari ini. “Sebaliknya, hendaknya muncul rasa menyesal dan keinginan untuk memperbaiki diri ketika lali dalam menjalankan kewajiban atau melakukan keburukan.

Pengajian ditutup dengan nasihat oleh H. Sugeng yang menekankan soal kewajiban bersyukur dalam kebebasan beribadah di zaman sekarang, dimana akses transportasi dan informasi semakin mudah, sehingga generasi muda harusnya bisa lebih semangat lagi dalam mencari ilmu. H. Sugeng juga menyampaikan resep sukses dunia dan akhirat sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 2, yaitu tidak menyekutukan Allah serta berbuat baik kepada kedua orang tua. Selain nitu, para generasi muda sangat dihimbau untuk tidak menyepelekan sholat lima waktu, karena sholat merupakan tiang agama dan penegak utama dalam kehidupan seorang muslim.