Warga LDII Purwakarta Diingatkan, Jangan Sampai Puasa Ramadan Hanya Mendapat Lapar dan Dahaga
Purwakarta, (13/03). Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) diingatkan agar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan benar sesuai tuntunan syariat, sehingga tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga semata.
Nasihat tersebut disampaikan oleh Kiai Mustofa dalam pengajian ba’da shalat Jumat, 13 Maret 2026 di Masjid Nurridwan, PAC LDII Ciseureuh, Purwakarta.
Dalam tausiyahnya, Kiai Mustofa menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
Ia mengutip sabda Muhammad SAW:
“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
Menurutnya, seseorang yang tetap melakukan perbuatan dosa seperti berkata dusta, menggunjing, atau melakukan perbuatan buruk lainnya berpotensi kehilangan pahala puasanya.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum.”
Raih Lima Sukses Ramadan
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Mustofa juga mengingatkan warga LDII untuk meraih 5 Sukses Ramadan yang selama ini menjadi program pembinaan umat.
Kelima sukses tersebut meliputi Sukses Puasa, Sukses Salat Tarawih, Sukses Tadarus Al-Qur’an, Sukses Lailatul Qadar, dan Sukses Zakat Fitrah.
Ia menjelaskan, jika lima hal tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka Ramadan akan menjadi momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Anjuran Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk melanjutkan ibadah setelah Ramadan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah hari raya Eid al-Fitr.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan dia berpuasa sepanjang tahun.”
Menurut Kiai Mustofa, ibadah tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menjaga konsistensi amal setelah Ramadan berakhir.
“Semoga kita bisa meraih lima sukses Ramadan dan melanjutkan amal ibadah setelahnya, sehingga puasa yang kita jalankan benar-benar membawa pahala dan keberkahan,” ujarnya.
Melalui pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan, warga LDII diharapkan dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat akhlak dan ketakwaan kepada Allah SWT.