NGANTER: Edukasi Remaja Lewat Seni dan Nilai Keimanan

NGANTER: Edukasi Remaja Lewat Seni dan Nilai Keimanan

Purwakarta, (31/12). Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Purwakarta mengadakan pengajian akhir tahun dengan membawa tema “NGANTER, ngaji akhir tahun berkarakter”. Acara ini menjadi momemtum refleksi akhir tahun yang dikemas secara edukatif dan kreatif melalui seni pementasan kabaret.

Pementasan kabaret dalam acara ini mengangkat berbagai isu kenakalan remaja yang marak terjadi. Mulai dari ketidak rukunan antar teman, kebiasaan merokok dan mabuk, hingga kenakalan di lingkungan sekolah. Isu lain yang juga ikut disorot yaitu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang tidak sehat, seperti perilaku berlebihan dalam pergaulan, dan juga maraknya judi online dan pinjaman online yang kian mengancam masa depan generasi muda.

Melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kabaret ini menggambarkan bahwa perilaku-perilaku yang tidak benar tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan ada faktor peran orang tua dan lingkungan yang sangat mempengaruhi pembentukan karakter remaja. Kurangnya perhatian, komunikasi yang tidak sehat, juga lingkungan pergaulan yang salah dapat menjadi awal dari berbagai masalah yang ada.

Selain faktor keluarga dan lingkungan, pementasan ini juga menekankan bahwa keimanan seseorang memiliki peran besar dalam membentengi diri dari pengaruh negatif. Lemahnya pemahaman agama dan minimnya kedekatan dengan nilai-nilai spiritual membuat remaja mudah terjerumus pada perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Acara NGANTER ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan interopeksi bersama. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan mampu menyadarkan orang tua, pendidik, dan generasi muda akan pentingnya membangun lingkungan yang sehat dan harmonis.

Dari pementasan kabaret tersebut, disampaikan nilai-nilai yang selaras dengan 29 Karakter Luhur LDII, seperti rukun, kompak, kerjasama yang baik, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, upaya membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter kuat, dan siap berkarya menuju Indonesia Emas yang bermartabat dapat diwujudkan dari langkah-langkah kecil di lingkungan terdekat.