LDII Purwakarta Distribusikan Majalah Nuansa Persada Edisi 156

LDII Purwakarta Distribusikan Majalah Nuansa Persada Edisi 156

Purwakarta, (03/01). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta mendistribusikan Majalah Nuansa Persada edisi ke-156 bertepatan dengan 1 Syaban 1447 Hijriah, Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J. Harpendi, bersama Tim Bagian Hubungan Antar Lembaga.


Distribusi majalah dilakukan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di wilayah Purwakarta. Kegiatan ini merupakan agenda rutin LDII sebagai bagian dari upaya menjalin silaturahim, memperkuat sinergi, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan para pemangku kepentingan.

J. Harpendi menjelaskan bahwa Majalah Nuansa Persada menjadi sarana keterbukaan informasi organisasi kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, ormas Islam, serta tokoh masyarakat. Melalui media tersebut, LDII menyampaikan berbagai aktivitas dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara. “Majalah ini kami distribusikan sebagai media komunikasi dan sinergi dengan para stakeholder.

Di dalamnya memuat berbagai kegiatan LDII dari seluruh Indonesia, sehingga dapat memberikan gambaran tentang peran dan pemikiran LDII dalam dakwah yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” ujar J. Harpendi.

Menurutnya, Nuansa Persada juga berfungsi sebagai media informasi dan edukasi yang menyajikan konten positif mengenai pembinaan umat, penguatan karakter kebangsaan, serta kontribusi sosial LDII di tengah masyarakat. Penyerahan majalah tersebut kerap menjadi momentum untuk mempererat hubungan formal maupun informal antara LDII dan aparatur pemerintahan daerah.


Melalui distribusi Majalah Nuansa Persada edisi 156 ini, LDII Purwakarta berharap terjalin komunikasi yang semakin baik dengan berbagai pihak serta tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan daerah dan penguatan persatuan nasional.