GenFest 2026 Dorong Kesadaran Generasi Muda Angkat Isu Dunia Tuli

GenFest 2026 Dorong Kesadaran Generasi Muda Angkat Isu Dunia Tuli

Jakarta (09/04). GenFest 2026 menghadirkan talkshow bertajuk “Memahami Dunia Tuli dan Bahasa Isyarat” Dalam Munas X LDII 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pendidikan inklusif, khususnya bagi teman Tuli.

Talkshow ini menghadirkan dua pemateri hebat dari komunitas Generus Tuli Indonesia, yaitu Flafirsty Azzahra Marumi dan Ardha Ikrimatu Zanjabila, serta didampingi oleh juru bahasa isyarat Puti Miftahul Hasanah. Kehadiran para pemateri memberikan perspektif langsung mengenai kehidupan dan pengalaman teman Tuli.

Melalui sesi pemaparan materi oleh Flafirsty, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam tentang dunia Tuli, mulai dari cara berkomunikasi, bahasa isyarat, hingga nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya., “Teman Tuli punya cara komunikasi berbeda-beda,” ujarnya. Sehingga setiap individu Tuli memiliki cara komunikasi yang beragam, sehingga tidak dapat disamaratakan.

Bahasa isyarat juga diperkenalkan sebagai bahasa yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan komunitas Tuli. Dalam interaksi sehari-hari, komunikasi visual seperti ekspresi wajah, gestur, dan kontak mata menjadi hal yang sangat penting.

Selain memberikan pemahaman, Talkshow ini juga meluruskan berbagai stigma yang masih berkembang di masyarakat. Anggapan bahwa teman Tuli memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi maupun berprestasi ditegaskan sebagai hal yang keliru. Sebaliknya, teman Tuli memiliki potensi yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.“Teman-teman dengar perlu mau mendekat, berkenalan, dan belajar bahasa isyarat agar bisa membangun hubungan dengan teman Tuli,” ujarnya.

Pembahasan menyentuh oleh Ardha mengenai aspek keagamaan dengan menyoroti pentingnya akses pembelajaran agama yang inklusif bagi teman Tuli. Melalui upaya pengembangan pengajian khusus, penggunaan bahasa isyarat dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media digital untuk menjangkau lebih banyak peserta. “Kami ingin teman-teman Tuli memiliki akses ilmu agama yang sama,” tegasnya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi generasi muda dalam membangun kesadaran akan pentingnya sikap inklusif. Tidak hanya memahami, peserta juga didorong untuk mulai berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka bagi semua, tanpa adanya diskriminasi.

GenFest 2026 menjadi bukti bahwa edukasi yang dikemas secara menarik dan relevan mampu menumbuhkan empati, memperluas wawasan, serta mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif di masa depan.