Pembinaan Generasi Penerus Jadi Kunci Keberlangsungan Dakwah

Pembinaan Generasi Penerus Jadi Kunci Keberlangsungan Dakwah

Purwakarta, (26/05). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terus memperkuat sistem regenerasi dakwah sebagai upaya menjaga keberlangsungan penyebaran ajaran Islam lintas generasi.

Regenerasi dilakukan melalui pembinaan berjenjang, mulai dari usia dini hingga dewasa, dengan menanamkan 29 karakter luhur, termasuk Tri Sukses Generus (alim, berakhlak, mandiri) serta 6 Tabiat Luhur seperti jujur dan amanah.

Selain itu, LDII menerapkan sistem pembelajaran bersanad (manqul, musnad, muttashil) guna menjaga kemurnian ilmu agama agar tetap sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Pembinaan tersebut dijalankan melalui berbagai program, antara lain pengajian rutin, pendidikan pondok pesantren, asrama mahasiswa, hingga penugasan langsung kepada generasi muda agar memiliki pengalaman nyata dalam berdakwah.

Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J Harpendi, menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci utama keberlanjutan dakwah.“Regenerasi bukan hanya konsep, tetapi harus dipraktikkan secara nyata untuk menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mandiri,” ujarnya.

LDII juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, dengan mendorong generasi muda untuk mandiri secara ekonomi sekaligus memiliki pemahaman agama yang kuat.

Menurutnya, pembinaan generasi penerus merupakan bagian penting dalam menjaga estafet dakwah agar tetap berjalan hingga yaumil qiyamah.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. ”(QS. Ali Imran: 104)

Ayat tersebut menegaskan pentingnya keberadaan generasi penerus dalam melanjutkan tugas dakwah, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan sekaligus kewajiban dalam organisasi keagamaan.