UB Purwakarta Gelar Musyawarah Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Ekonomi Umat
Purwakarta(29/04). Usaha Bersama (UB) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta terus memperkuat perannya dalam mendorong kemandirian ekonomi warga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui musyawarah evaluasi yang digelar di Masjid Nurridwan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 hingga 22.00 WIB tersebut dihadiri oleh para pembina, di antaranya H. Isma Firdaus, H. Wawan Darmawan, H. Sumari, serta Wanhat Mustofa. Turut hadir Ketua UB Mark Joko Taruno Sembodo, Sekretaris Fauzi, serta pengurus unit usaha lainnya seperti Hj. Sustiningtyas dan Galang Abdu Rasyid.
Agenda utama pertemuan adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program UB sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan guna meningkatkan efektivitas pemberdayaan ekonomi warga.



Sebagai program pemberdayaan ekonomi syariah berbasis majelis taklim dan masjid yang telah berjalan sejak 1998, UB memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan warung rakyat, hingga pengembangan sektor riil seperti penyediaan sembako dan usaha ritel.
Di tingkat daerah, UB dikelola melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Purwakarta dengan dukungan Bagian Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat. Sinergi tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan kapasitas usaha warga.
Dalam musyawarah tersebut, para peserta juga menyoroti peran UB sebagai pendamping usaha mandiri masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok, UB turut mengembangkan ritel modern melalui Toko UB Mark yang kini semakin diminati warga.

Tak hanya itu, pengelolaan UB yang berbasis masjid dinilai efektif dalam memperkuat ikatan ekonomi antar warga LDII. Struktur pengelolaan yang dimulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan hingga kabupaten menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekonomi berbasis komunitas.
Melalui kegiatan evaluasi ini, UB LDII Purwakarta diharapkan mampu terus meningkatkan kinerja serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.