Regenerasi LDII Dibentuk Melalui Pembinaan Berkelanjutan

Regenerasi LDII Dibentuk Melalui Pembinaan Berkelanjutan

Purwakarta,(13/05). Regenerasi organisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan umat dan pembangunan karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Hal tersebut juga menjadi perhatian utama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam membentuk generasi penerus yang unggul, religius, dan berakhlak mulia.

Melalui pola pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini hingga dewasa, LDII terus menanamkan nilai-nilai 29 karakter luhur serta konsep Tri Sukses sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.

Pembinaan tersebut dilaksanakan secara sistematis melalui berbagai kegiatan pengajian Al-Qur’an dan Al-Hadits, pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, hingga peningkatan keterampilan dan kemandirian warga.

Program-program itu dirancang agar generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan spiritual, tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan modern.

Pemerhati lingkungan dan sosial sekaligus warga LDII Kabupaten Purwakarta, H. Alfianur, menegaskan bahwa regenerasi dalam LDII bukanlah proses yang muncul secara spontan, melainkan dibangun melalui proses panjang yang terencana dan berkesinambungan. “Pernyataan bahwa regenerasi LDII dibentuk bukan ditemukan merupakan prinsip fundamental dalam manajemen sumber daya manusia di lingkungan LDII.

Hal ini menegaskan bahwa keberlanjutan organisasi tidak terjadi secara kebetulan atau menunggu bakat muncul dengan sendirinya, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana, terstruktur, dan berkesinambungan sejak dini,” ujar H. Alfianur.

Menurutnya, pola pembinaan tersebut menjadi pondasi penting dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat kualitas generasi penerus bangsa yang memiliki moral, etika, serta wawasan keagamaan yang baik.

Ia menjelaskan, LDII juga menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas utama melalui penerapan 29 karakter luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tersebut meliputi sikap jujur, amanah, rukun, kompak, kerja sama yang baik, disiplin, hemat, hingga memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, konsep Tri Sukses yang terdiri atas sukses alim-faqih, sukses akhlakul karimah, dan sukses kemandirian menjadi arah utama pembinaan warga LDII agar mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, pembinaan generasi dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan berintegritas. Karena itu, LDII terus memperkuat program pembinaan berbasis pendidikan agama dan karakter guna menciptakan generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.

Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, LDII berharap mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan demi kemajuan bangsa dan negara.