LDII Purwakarta Perkuat Pembinaan Generasi Muda Melalui Sako SPN Berbasis Komunitas dan Masjid

LDII Purwakarta Perkuat Pembinaan Generasi Muda Melalui Sako SPN Berbasis Komunitas dan Masjid

Purwakarta,(19/05). DPD LDII Kabupaten Purwakarta terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui gerakan kepanduan berbasis komunitas dan masjid yang tergabung dalam Sako SPN (Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, profesional religius, dan berakhlakul karimah.

Kegiatan pembinaan dilakukan melalui berbagai aktivitas kepanduan, mulai dari latihan rutin, pendidikan karakter, pembinaan moral, kepemimpinan, hingga penguatan wawasan kebangsaan. Pembinaan berbasis komunitas dan masjid dinilai mampu menciptakan lingkungan positif bagi generasi muda.

Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J Harpendi, mengatakan bahwa kegiatan Pramuka di lingkungan LDII bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan bagian dari sistem pendidikan generasi penerus.

“Pramuka di lingkungan LDII menjadi sarana pendidikan karakter, kedisiplinan, dan pembinaan moral generasi muda. Kegiatan ini disesuaikan dengan kurikulum pembinaan generasi penerus untuk mewujudkan generasi yang mandiri, profesional religius, serta berakhlakul karimah,” ujar J Harpendi.

Selain kegiatan kepanduan rutin, Sako SPN LDII Purwakarta juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan seperti perkemahan dan jambore, pelatihan pembina Pramuka, pengabdian sosial masyarakat, pembinaan karakter dan kepemimpinan, hingga kegiatan wawasan kebangsaan.

Menurutnya, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan kepedulian sosial yang baik.

Melalui program tersebut, LDII Purwakarta berharap dapat mencetak generasi muda yang disiplin, mandiri, berjiwa sosial, profesional religius, serta siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pendekatan berbasis komunitas dan masjid dinilai menjadi salah satu metode efektif dalam membangun karakter generasi muda karena dilakukan dalam lingkungan yang religius, positif, dan penuh keteladanan.