TOT SAKORAN Purwakarta Digelar, Perkuat Kapasitas Pembina untuk Cetak Generasi Profesional Religius
Purwakarta, (25/08). Upaya meningkatkan kapasitas pembina dan penggerak kepramukaan terus dilakukan melalui Training of Trainer (TOT) SAKORAN Purwakarta. Kegiatan tersebut digelar di Pangkalan Masjid Gudep Baitul Auliya, Sukamulya, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan diikuti Muballigh/Muballighot Tugas serta Muballigh/Muballighot Setempat. TOT menjadi wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola sekaligus mengembangkan kegiatan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN).
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan registrasi dan pembukaan panitia. Suasana kegiatan kemudian dibuat lebih dinamis melalui sesi energizing, games, serta berbagai aktivitas kelompok.
Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan Pengenalan SAKO yang disampaikan Kak Hj. Lastri Handayani, M.Pd. Selanjutnya, peserta mengikuti materi SAKO sebagai Instrumen PPG yang disampaikan Kak Heni Handayani, S.Pd. dan Kak Hikmah Lestari, S.Pd.



Peserta juga mengikuti sesi Cipta Karya Peserta yang melibatkan seluruh panitia. Sesi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik dengan menekankan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan peserta dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Praktik Pionering, Peserta Didorong Kuasai Keterampilan Kepramukaan
Memasuki sesi siang, TOT SAKORAN Purwakarta berlanjut dengan materi Pionering mulai pukul 13.00 WIB.
Materi tersebut disampaikan oleh Kak Isnanto, Kak Zainuddin, dan Kak Parijan. Peserta mendapatkan pembekalan sekaligus praktik mengenai keterampilan pionering sebagai salah satu bagian penting dalam kegiatan kepramukaan.
Pendekatan praktik membuat peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan teknik, ketelitian, kreativitas, dan kerja sama tim.


Selain pionering, rangkaian materi Teknik Kepramukaan juga mencakup Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan games.
Menurut Kak Sumarna, kegiatan TOT dirancang tidak sekadar memberikan pemahaman secara teori. Peserta juga diarahkan untuk mendapatkan pengalaman praktik yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembinaan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang bisa diterapkan dalam pembinaan generasi melalui kegiatan kepramukaan,” ujar Sumarna.
SAKO Dorong Lahirnya Generasi Profesional Religius
SAKO SPN binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengusung visi “Mencetak Generasi yang Profesional Religius.”
Visi tersebut menjadi salah satu landasan dalam pelaksanaan pembinaan generasi melalui kegiatan kepramukaan. Karena itu, peningkatan kapasitas para pembina dan penggerak SAKO dinilai penting agar proses pembinaan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan J. Harpendi, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, yang hadir di tengah peserta kegiatan TOT.

Menurut Harpendi, penguatan kapasitas pembina menjadi bagian penting dalam membangun proses pembinaan generasi yang berkelanjutan. Kegiatan SAKO diharapkan mampu menjadi sarana untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai religius.
Ditutup dengan Operasi Semut dan Sayonara
Setelah seluruh rangkaian materi, peserta memasuki agenda persiapan dan salat Ashar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penutupan yang dipimpin Kak Sumarna, S.Pd., selaku Ketua SAKORAN SPN Purwakarta.
Sebagai rangkaian akhir, seluruh peserta mengikuti operasi semut dan sayonara. Kegiatan tersebut menjadi penutup sekaligus sarana menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Melalui TOT SAKORAN Purwakarta, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep SAKO, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan yang edukatif, kreatif, religius, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Kak Sumarna, selaku Ketua SAKORAN SPN Purwakarta. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian pembinaan SAKO diberikan kelancaran, kemudahan, kesuksesan, serta keberkahan.