Safari Jum’at LDII Purwakarta, Kyai Mustofa Riduwan Ajak Umat Perkuat Infaq di Jalan Allah

Safari Jum’at LDII Purwakarta, Kyai Mustofa Riduwan Ajak Umat Perkuat Infaq di Jalan Allah

Purwakarta, (09/10). Dewan Penasihat Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII, Kyai Mustofa Riduwan, mengajak umat Islam untuk memperkuat kepedulian sosial melalui infak di jalan Allah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Jum’at di Masjid Nurridwan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam khutbah Jum’at bertajuk Al-Infāq fī Sabīlillāh atau berinfak di jalan Allah, Kyai Mustofa Riduwan menekankan bahwa harta merupakan amanah sekaligus ujian dari Allah SWT. Karena itu, umat Islam hendaknya menggunakan rezeki yang diterima tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk membantu sesama dan mendukung berbagai kegiatan kebaikan.

Ia mengingatkan bahwa nilai harta tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah yang dimiliki, melainkan juga oleh bagaimana harta tersebut dimanfaatkan. Infaq yang diberikan dengan niat ikhlas dan sesuai tuntunan agama menjadi salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT.

“Berinfaq di jalan Allah merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam materi khutbah tersebut.

Infaq sebagai wujud kepedulian sosial

Dalam materi khutbahnya, Kyai Mustofa Riduwan menjelaskan sejumlah bentuk infaq yang dapat dilakukan umat Islam. Di antaranya melalui sedekah, wakaf, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang membutuhkan, membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, serta menolong musafir.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya sedekah jariyah, yakni amal yang manfaatnya terus dirasakan meskipun orang yang melakukannya telah meninggal dunia. Sejumlah bentuk sedekah jariyah yang disampaikan dalam khutbah tersebut antara lain pembangunan masjid dan lembaga pendidikan Islam, pengembangan pusat pembelajaran Al-Qur’an dan hadist, dukungan bagi penuntut ilmu, dai, dan guru, serta penyediaan sumber air dan tempat tinggal bagi anak yatim maupun masyarakat kurang mampu.

Pesan tersebut menegaskan bahwa infaq tidak hanya berorientasi pada pemberian materi, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

Keikhlasan menjadi syarat utama

Kyai Mustofa Riduwan juga mengingatkan bahwa infaq harus dilakukan dengan niat yang benar. Umat Islam hendaknya memberikan sebagian hartanya semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mencari pujian, pengakuan, atau penghargaan dari manusia.

Ia menekankan pentingnya menghindari sikap menyebut-nyebut pemberian dan menyakiti hati penerima. Perbuatan tersebut dapat merusak nilai sedekah, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 264.

Selain keikhlasan, harta yang diinfaq kan harus berasal dari sumber yang halal. Dengan demikian, infaq diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi amal ibadah yang diterima di sisi Allah SWT.

Menguatkan semangat berbagi melalui Safari Jumat

Kegiatan Safari Jum’at di Masjid Nurridwan menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Melalui materi Al-Infāq fī Sabīlillāh, jamaah diajak memahami bahwa harta yang dimanfaatkan untuk kebaikan merupakan investasi amal. Kepedulian terhadap anak yatim, masyarakat kurang mampu, pengembangan pendidikan, serta pembangunan sarana ibadah menjadi bagian dari upaya mewujudkan kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Pesan khutbah tersebut diharapkan dapat mendorong jamaah untuk membiasakan infak sesuai kemampuan, menjaga keikhlasan, dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar membawa manfaat.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, Safari Jumat di Masjid Nurridwan diharapkan turut memperkuat ukhuwah Islamiyyah serta mendorong tumbuhnya masyarakat yang religius, peduli, dan saling membantu.