Pengajian Remaja LDII Purwakarta, Ronald Firdaus Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Penerus

Pengajian Remaja LDII Purwakarta, Ronald Firdaus Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Penerus

Purwakarta, (09/10). Pembinaan generasi penerus (generus) menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan Muballigh Ronald Firdaus, MT, dari Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Kabupaten Purwakarta dalam pengajian remaja masjid Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Purwakarta di Masjid Nurridwan, Ciseureuh.

Dalam penyampaian materinya, Ronald menekankan bahwa menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dan kemaksiatan akhir zaman merupakan tanggung jawab bersama. Peran tersebut tidak hanya berada di pundak orang tua, tetapi juga membutuhkan keterlibatan muballigh-muballighot, guru, serta pengurus pembina muda/i di semua tingkatan.

Menurutnya, pembinaan generasi penerus harus dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai unsur agar nilai-nilai agama dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga Menjadi Fondasi Pembinaan Generasi

Ronald menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan pemahaman agama, membiasakan ibadah, memberikan keteladanan, serta membentuk karakter dan akhlak mulia sejak dini.

Pendampingan orang tua juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan pergaulan dan penggunaan teknologi digital. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan sekaligus memberikan arahan yang tepat.

Dengan fondasi keluarga yang kuat, generasi muda diharapkan memiliki pegangan agama dan mampu memilah pengaruh lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai kebaikan.

Pengurus Pembina Muda/i Berperan di Semua Tingkatan

Selain orang tua, pengurus pembina muda/i di semua tingkatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan generasi penerus. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui program pengajian yang berkelanjutan, pendampingan generasi muda, penguatan pemahaman Al-Qur’an dan Hadis, serta kegiatan positif yang mendukung perkembangan karakter.

Pembinaan generasi penerus juga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan program dan musyawarah. Pengurus pembina di setiap tingkatan diharapkan dapat membangun komunikasi dan koordinasi dengan orang tua, muballigh-muballighot, serta guru agar pembinaan berjalan selaras.

Perhatian khusus juga diperlukan bagi generasi muda yang mulai jarang mengikuti pengajian atau kegiatan pembinaan. Pendekatan yang mengedepankan kepedulian, nasihat yang mendidik, dan pendampingan diharapkan dapat mendorong mereka kembali aktif dalam kegiatan positif.

Bijak Memanfaatkan Teknologi dan Memilih Pergaulan

Materi pengajian turut menyoroti tantangan penggunaan teknologi dan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Kemudahan akses informasi perlu diimbangi dengan pemahaman agama dan kemampuan memilih konten yang bermanfaat.

Generasi muda perlu diarahkan untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, menambah wawasan keagamaan, dan mengembangkan kreativitas. Di samping itu, lingkungan pergaulan yang positif serta kegiatan olahraga dan kreativitas dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan memperkuat karakter.

Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan sekadar melalui larangan, melainkan juga dengan memberikan teladan, pemahaman, dan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi generasi penerus.

Pembinaan Generasi Merupakan Amanah Bersama

Pada bagian akhir materi, Ronald mengingatkan bahwa menjaga iman, membina generasi penerus, dan menanamkan nilai-nilai agama merupakan amanah yang perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dari tumbuhnya pemahaman agama, akhlak mulia, kemandirian, serta kesungguhan dalam menjalankan ajaran agama.

Setiap upaya orang tua dalam mendidik anak, muballigh-muballighot dalam menyampaikan ilmu, guru dalam membimbing, dan pengurus pembina muda/i di semua tingkatan dalam mengarahkan kegiatan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi yang berkualitas.

Melalui pengajian remaja di Masjid Nurridwan, Ciseureuh, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa pembinaan generasi penerus memerlukan sinergi, keteladanan, dan konsistensi. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal keimanan, ilmu, dan akhlak mulia serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

LDII Kabupaten Purwakarta terus mendorong pentingnya pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi penerus sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang profesional religius dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.