LDII Purwakarta Siapkan Strategi Dakwah Digital Hadapi Era Post-Truth

LDII Purwakarta Siapkan Strategi Dakwah Digital Hadapi Era Post-Truth

Purwakarta, (27/12). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta menyiapkan strategi dakwah digital untuk merespons perubahan perilaku publik di era media sosial dan fenomena post-truth. Hal itu dibahas dalam Musyawarah DPD LDII Purwakarta yang digelar di Masjid Nurridwan, Kelurahan Ciseureuh, Sabtu malam.

Perwakilan Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J. Harpendi, mengatakan media sosial kini menjadi ruang utama masyarakat dalam mencari informasi.


Kondisi tersebut menuntut organisasi keagamaan untuk lebih adaptif, kreatif, dan responsif dalam menyampaikan pesan dakwah. “LDII melihat perlunya strategi dakwah yang kreatif sekaligus respons krisis yang cepat, mengingat di era percakapan digital dan post-truth, informasi sering kali bercampur dengan opini emosional,” kata Harpendi.

Menurutnya, salah satu fokus LDII ke depan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang media dan Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM). Media internal LDII diharapkan mampu menjadi etalase organisasi yang profesional serta rujukan informasi yang kredibel bagi masyarakat. “Di tengah maraknya disinformasi dan hoaks, media LDII harus berperan sebagai penjernih informasi, bukan justru menambah kebisingan,” ujarnya.


Selain itu, musyawarah juga menekankan pentingnya memaksimalkan pemberitaan positif terkait kegiatan dakwah, pendidikan, dan kontribusi sosial LDII melalui berbagai platform digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik serta memperkuat citra organisasi di tengah masyarakat.

Melalui musyawarah ini, DPD LDII Kabupaten Purwakarta berharap penguatan peran media dan KIM dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai dakwah, sehingga pesan keislaman dapat tersampaikan secara relevan dengan perkembangan zaman