LDII Purwakarta Susun Draf Kepengurusan 2025–2030, Tegaskan Struktur Ramping dan Efisien

LDII Purwakarta Susun Draf Kepengurusan 2025–2030, Tegaskan Struktur Ramping dan Efisien

Purwakarta, (06/11). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melaksanakan rapat penyusunan draf kepengurusan masa khidmat 2025–2030 di Sekretariat Nurridwan.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPD LDII Purwakarta H. Susilo Agus Budiyono, S.H., didampingi Wakil Ketua H. Imam Andi Busro, S.H., dan Jonharpendi selaku Wakil Ketua II, serta dihadiri oleh jajaran sekretaris dan bendahara umum. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas Rencana Anggaran Belanja (RAB) Tahun 2026 sebagai bagian dari perencanaan program kerja tahun depan.

Wakil Ketua II DPD LDII Purwakarta Jonharpendi menjelaskan bahwa penyusunan kepengurusan kali ini difokuskan pada efektivitas dan efisiensi organisasi.

“Susunan pengurus LDII di tingkat kabupaten (Dewan Pimpinan Daerah/DPD) cenderung ramping untuk mencapai beberapa tujuan strategis, terutama yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi organisasi. Struktur yang ramping memastikan alur komando dan koordinasi yang lebih pendek dan jelas, sehingga program kerja dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. Dengan jumlah pengurus inti yang lebih sedikit, proses diskusi dan pengambilan keputusan juga bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat,” ujar Jonharpendi.

Sementara itu, Ketua DPD LDII H. Susilo Agus Budiyono, S.H. menegaskan bahwa penyusunan struktur pengurus yang baru juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antarbidang dan mempercepat realisasi delapan klaster program LDII di Purwakarta, mulai dari dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, hingga pengabdian masyarakat.

Rapat berlangsung dengan suasana produktif dan penuh kebersamaan. Hasil penyusunan draf ini akan menjadi dasar penetapan resmi kepengurusan DPD LDII Kabupaten Purwakarta masa bakti 2025–2030, sekaligus langkah awal memperkuat kontribusi LDII dalam pembangunan karakter dan kemandirian umat.