Pengajian Akbar Ibu-Ibu LDII Purwakarta dan Karawang Perkuat Pembinaan Keluarga Islami
Karawang, (17/05). Pengajian ibu-ibu yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta bersama Pimpinan Cabang (PC) LDII Kotabaru Cikampek, Kabupaten Karawang, berlangsung khidmat dan penuh antusias. Kegiatan yang digelar di Majelis Taklim Nashrullah Cikampek itu diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai wilayah Purwakarta dan Karawang.
Kegiatan pengajian menghadirkan pemateri Muballigh Arifa Zuhri, M.T. dari Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Kabupaten Purwakarta. Dalam penyampaian materinya, ia menekankan pentingnya membangun karakter wanita shalihah sebagai pondasi utama dalam menciptakan keluarga harmonis, religius, dan berakhlakul karimah.
Sejumlah dalil Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW disampaikan sebagai pedoman dalam membentuk pribadi muslimah yang taat kepada Allah SWT, menjaga kehormatan diri, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.



Selain menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah antar warga LDII. Para peserta mengikuti rangkaian pengajian dengan tertib dan penuh semangat hingga acara selesai.
Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J Harpendi, menjelaskan bahwa pengajian ibu-ibu dilaksanakan secara rutin sebagai wadah strategis dalam memperkuat pemahaman agama dan pembinaan keluarga. “Pengajian ibu-ibu LDII diadakan secara rutin sebagai wadah strategis untuk memperkuat pemahaman agama, membangun akhlak, dan mempererat silaturahmi. Kegiatan ini menjadi sarana penting karena peran vital ibu dalam keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seorang ibu memiliki posisi sentral dalam pendidikan anak sehingga pembinaan keagamaan bagi kaum ibu menjadi perhatian utama. “Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Pengajian ini memberikan pembekalan ilmu agama agar para ibu mampu mencetak generasi penerus yang profesional religius,” tambahnya.
Sebagai pamungkas acara, mauidzhoh hasanah disampaikan oleh KH. Mustaghfirin Hasyim. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah tentang pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. “Jalan menuju surga itu dikelilingi hal-hal yang dibenci, sedangkan neraka dikelilingi hal-hal yang menyenangkan. Qodrat manusia memang cenderung menyukai hal-hal yang menyenangkan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Ia mengajak para peserta untuk tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah, menjaga akhlak, dan membiasakan diri melakukan kebaikan meskipun terasa berat bagi hawa nafsu.
Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 800 orang, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda pembinaan keluarga yang mendapat sambutan positif dari warga LDII dan berharap melalui pengajian rutin ini, para muslimah semakin meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, serta perannya dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkarakter luhur.