PPG Gelar Pembinaan Daring, KH Muhammad Thoyibun Paparkan Kunci Sukses Generus Dunia dan Akhirat

PPG Gelar Pembinaan Daring, KH Muhammad Thoyibun Paparkan Kunci Sukses Generus Dunia dan Akhirat

Purwakarta, (10/10). Pembinaan generasi penerus ( generus ) perlu diarahkan tidak hanya untuk meraih kesuksesan dunia, tetapi juga membentuk karakter luhur dan mempersiapkan kehidupan akhirat. Tiga aspek tersebut menjadi penekanan Drs. KH. Muhammad Thoyibun, S.H., M.M., saat menyampaikan materi dalam kegiatan Penyampaian Materi PPG secara daring.

Kegiatan yang mengusung tema “Meniti Cita-Cita untuk Meraih Sukses Dunia, Sukses Karakter, Sukses Akhirat” itu berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB. Studio utama berada di Pondok Pesantren Minhajurrasyidin, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Sementara itu, J. Harpendi, PPG bidang BK Kecamatan Purwakarta, dan Abdul Rozaq, S.Pd., PPG bidang BK Kelurahan Ciseureuh, mengikuti kegiatan dari studio mini di Ruang H. Sulthon Auliya, Gedung Wisma Barokah lantai 2, Cikampek. Dalam pemaparannya, KH. Muhammad Thoyibun menekankan bahwa kesuksesan generus tidak cukup diukur dari capaian pendidikan, pekerjaan, atau penghasilan. Generus juga perlu memiliki karakter luhur, mandiri, serta menjaga komitmen terhadap agama agar keberhasilan duniawi sejalan dengan tujuan kehidupan akhirat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, materi pembinaan memperkenalkan konsep M.A.N.T.A.P, yakni enam langkah praktis yang dapat diterapkan generus dalam meniti cita-cita dan membangun masa depan.

Langkah pertama adalah memiliki cita-cita. Generus didorong untuk mengenali potensi diri dan menetapkan tujuan yang jelas, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun pengabdian. Cita-cita tersebut kemudian diarahkan untuk mendukung kesuksesan dunia sekaligus menjadi sarana meraih keberhasilan akhirat.

Langkah berikutnya adalah menyatakan harapan dalam doa. Generus diimbau untuk memohon pertolongan Allah melalui doa yang rutin, disertai ikhtiar dan memohon doa restu orang tua. Setelah itu, cita-cita perlu diperjuangkan melalui sikap tawakal dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses.

Selain usaha dan doa, karakter luhur menjadi fondasi penting dalam meraih kesuksesan. Kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Generus juga diajak mengevaluasi karakter yang masih perlu diperbaiki, seperti kemalasan dan kurangnya disiplin, kemudian membuktikan perubahan melalui kebiasaan positif.

Aspek berikutnya adalah memperbaiki amalan ibadah. Generus diharapkan meningkatkan kualitas ibadah, menjaga ketertiban dalam menjalankan kewajiban agama, serta mengambil bagian dalam perjuangan menegakkan agama. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang tidak hanya berhasil secara duniawi, tetapi juga memiliki orientasi akhirat.

Materi tersebut juga menekankan pentingnya peran pembina dan orang tua dalam mendampingi generus. Pembinaan dapat dilakukan melalui pemetaan potensi berdasarkan usia, jenjang pendidikan, pekerjaan, cita-cita, kemampuan, serta kebutuhan pendampingan. Pemetaan ini menjadi dasar untuk merancang pelatihan keterampilan sesuai minat dan bakat, sekaligus membuka kesempatan magang di tempat usaha warga jamaah.

Dengan pendampingan yang terarah, generus diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, membangun kemandirian, dan memberikan kontribusi sesuai potensi masing-masing. Sinergi pembina dan orang tua menjadi faktor penting agar cita-cita generus tidak berhenti sebagai harapan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata.

Melalui kegiatan pembinaan daring ini, PPG diharapkan semakin memperkuat upaya mencetak generasi penerus yang memiliki tujuan hidup jelas, berkarakter luhur, mandiri, serta bermanfaat bagi masyarakat dan jamaah.

Sebagaimana pesan yang tercantum dalam materi pembinaan, “Dunia adalah medan perjuangannya. Karakter adalah cara menjalaninya. Akhirat adalah tujuan akhirnya.”