KH Jojo Suwarjo Kaspan: Allah Tidak Melihat Rupa, Tapi Ketakwaan Dan Keikhlasan Hambanya
Purwakarta, (31/10). Dalam tausiyah Jum’at di Masjid Nurridwan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, KH Jojo Suwarjo Kaspan mengingatkan jamaah tentang pentingnya ketaatan dan ketulusan beribadah kepada Allah SWT. Beliau menegaskan bahwa kekuatan dan kemajuan manusia tidak berarti apa-apa jika tidak disertai ketundukan kepada Sang Pencipta.
“Kaum terdahulu mampu memahat gunung menjadi istana megah, padahal pada masa itu belum ada alat-alat modern seperti sekarang. Namun karena mereka tidak taat kepada Allah, mereka disiksa bahkan dihancurkan. Negeri mereka akhirnya menjadi tanah-tanah mati,” ujar KH Jojo dalam tausiyahnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syu‘arā [26]: 149–150 yang menggambarkan kesombongan kaum Tsamud:
أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍۢ ءَايَةًۭ تَعْبَثُونَ • وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ
Atabnūna bikulli rī‘in āyatan ta‘bathūn. Wa tattakhidzūna maṣāni‘a la‘allakum takhludūn.
“Apakah kamu mendirikan di setiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main? Dan membuat istana-istana seakan-akan kamu akan hidup kekal di dunia?”

KH Jojo menegaskan bahwa manusia seharusnya menyadari hakikat penciptaannya. “Kita ini manusia lemah. Kalau enggan beribadah kepada Allah, padahal perintah dan ayat-Nya sudah jelas, maka kita termasuk orang yang merugi. Allah tidak melihat rupa dan harta kita, tetapi melihat hati dan ketakwaan kita,” tuturnya.
Beliau lalu mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hujurāt [49]: 13:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ
Yā ayyuhannāsu innā khalaqnākum min ẓakarin wa unṯā wa ja‘alnākum syu‘ūban wa qabā’ila lita‘ārafū. Inna akramakum ‘inda Allāhi atqākum. Inna Allāha ‘alīmun khabīr.
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
Dalam kesempatan itu, beliau juga menegaskan tujuan utama penciptaan manusia dan jin sebagaimana dijelaskan dalam Surah Adz-Dzāriyāt [51]: 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn.
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Selain ibadah, KH Jojo juga menyoroti pentingnya menunaikan infak dan membelanjakan harta di jalan Allah. Pahala orang yang berinfak dijanjikan berlipat ganda sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah [2]: 261:
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍۢ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Matsalu alladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali ḥabbatin ambatat sab‘a sanābila fī kulli sunbulatin mi’atu ḥabbah. Wallāhu yuḍā‘ifu limay yashā’. Wallāhu wāsi‘un ‘alīm.
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Menutup tausiyahnya, KH Jojo menegaskan pentingnya memurnikan niat dalam setiap amal dan ibadah, sebagaimana firman Allah dalam Surah Az-Zumar [39]: 2:
فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًۭا لَّهُ ٱلدِّينَ
Fa‘budillāha mukhliṣan lahud-dīn.
“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
“Allah-lah yang Maha Kaya. Karena itu, mari kita murnikan agama dan ketaatan ini hanya untuk Allah semata,” pungkas KH Jojo Suwarjo Kaspan di akhir ceramahnya.