29 Karakter Luhur LDII, Pilar Pembentukan Generasi Profesional dan Religius

29 Karakter Luhur LDII, Pilar Pembentukan Generasi Profesional dan Religius

Purwakarta, (18/06). Di tengah arus perkembangan zaman yang semakin dinamis, pembentukan karakter generasi muda dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII menghadirkan konsep pendidikan karakter melalui program “29 Karakter Luhur” sebagai pedoman moral dan spiritual bagi generasi penerus bangsa.

Pengurus LDII Kabupaten Purwakarta, Jovan Zulivansyah, mengatakan nilai-nilai tersebut merupakan implementasi ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembinaan karakter menjadi langkah strategis agar generasi muda mampu menghadapi tantangan modern tanpa kehilangan nilai-nilai religius. “Karakter ini membentuk profesionalitas yang religius, sehingga individu bisa berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” ujar Jovan.

Ia menjelaskan, 29 Karakter Luhur LDII terbagi dalam beberapa pilar utama, di antaranya Tri Sukses Generus, 6 Tabiat Luhur, serta sejumlah karakter pendukung yang diterapkan secara berkesinambungan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tri Sukses Generus

Tri Sukses Generus menjadi target utama dalam pembinaan generasi muda LDII. Konsep tersebut meliputi tiga aspek penting, yakni berakhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri.

Berakhlakul karimah menitikberatkan pada pembentukan moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Sementara alim dan faqih diarahkan agar generasi muda memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus wawasan ilmu pengetahuan umum yang memadai. Adapun karakter mandiri bertujuan membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan mampu mengelola kehidupan secara mandiri.

Enam Tabiat Luhur

Selain Tri Sukses Generus, LDII juga menanamkan enam tabiat luhur sebagai dasar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Keenam karakter tersebut meliputi rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, serta mujhid muzhid atau bersungguh-sungguh dalam bekerja dan beribadah.

Menurut Jovan, nilai-nilai tersebut menjadi pondasi penting dalam menciptakan solidaritas sosial dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Karakter Pendukung

Tidak hanya itu, LDII juga membiasakan sejumlah nilai pendukung lainnya, seperti bersyukur, mempersungguh amal ibadah, mengagungkan kebesaran Allah SWT, dan membiasakan doa dalam setiap aktivitas.

Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, LDII berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan profesi, tetapi juga memiliki integritas moral serta spiritual yang kuat.

Dengan pembinaan karakter yang dilakukan secara konsisten, LDII menegaskan komitmennya dalam membangun generasi penerus bangsa yang profesional, religius, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta negara.