“Dari Hati ke Hati” LDII Pererat Ikatan Ibu dan Anak, Melalui Seminar Parenting
Purwakarta, (02/08). Dalam upaya memperkuat keharmonisan keluarga melalui komunikasi yang sehat, pengajian wanita menggelar Seminar Parenting bertajuk “Dari Hati ke Hati”. Kegiatan yang mengangkat tema Membangun Komunikasi yang Hangat antara Ibu dan Anak Perempuan ini menghadirkan konselor keluarga, Mamaju Utami, sebagai narasumber.
Seminar diselenggarakan secara luring di MTN Nasrullah untuk peserta wilayah Cikampek Tengah dan diikuti pula oleh peserta dari berbagai wilayah melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu bersama anak perempuan sebagai bagian dari pembinaan LDII pada keluarga dengan bertujuan membangun hubungan yang lebih dekat, hangat, dan penuh kasih.
Dalam penyampaiannya, Mamaju Utami menekankan bahwa komunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter, kebutuhan, dan cara menerima kasih sayang yang berbeda sehingga orang tua perlu memahami keunikan masing-masing anak. “Perlakuan yang adil bukan berarti selalu sama. Setiap anak membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan porsinya masing-masing agar mereka merasa dihargai, dipahami, dan dicintai,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan pola komunikasi yang efektif kepada anak laki-laki dan anak perempuan. Narasumber menjelaskan bahwa perbedaan karakter dan cara berpikir keduanya perlu dipahami agar pesan yang disampaikan orang tua dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam materinya, Mamaju Utami menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang kerap dihadapi perempuan adalah membangun sikap taat dan menghormati suami maupun ayah dalam keluarga. Menurutnya, tantangan tersebut sering dipengaruhi oleh perbedaan gaya komunikasi antara laki-laki dan perempuan, serta adanya anggapan bahwa perempuan merupakan pribadi yang lebih lembut dibandingkan laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan sikap saling memahami, menghargai, dan membangun komunikasi yang bijaksana agar tercipta hubungan keluarga yang harmonis.
Selain membahas pola komunikasi antara orang tua dan anak, Mamaju Utami juga mengulas pentingnya peran perempuan dalam membangun generasi yang berkualitas. Ia menyampaikan bahwa terdapat ungkapan, “Mendidik satu orang perempuan sama dengan mendidik satu generasi, sedangkan mendidik satu orang laki-laki sama dengan mendidik satu pemimpin.” Menurutnya, ungkapan tersebut menggambarkan besarnya peran seorang perempuan, khususnya seorang ibu, dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anaknya melalui pendidikan yang diberikan sejak dini.





Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan proses pendidikan dalam keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh empati agar setiap anak merasa didengar serta dipahami sesuai dengan karakter dan kebutuhannya. Seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab dan ditutup dengan sesi refleksi antara ibu dan anak. adanya sesi ini bertujuan agar antara keduanya bisa saling memahami dan memiliki hubungan yang lebih erat kedepannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu dapat menerapkan pola komunikasi yang lebih hangat, penuh empati, dan sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh, berbagi cerita, serta membangun hubungan yang erat dengan orang tuanya. Sejalan dengan semangat seminar, hubungan yang harmonis antara ibu dan anak tidak hanya dibangun melalui perhatian dan kasih sayang, tetapi juga melalui kesediaan untuk saling mendengarkan. Sebab, hubungan yang hangat selalu berawal dari hati yang mau memahami satu sama lain.