Nasihat Ba’da Jumat di Masjid Nurridwan: Jaga Diri dari Hawa Nafsu, Perbanyak Istighfar

Nasihat Ba’da Jumat di Masjid Nurridwan: Jaga Diri dari Hawa Nafsu, Perbanyak Istighfar

Purwakarta, (25/09). Jamaah Masjid Nurridwan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta, mendapatkan nasihat keagamaan selepas pelaksanaan salat Jumat. Nasihat yang disampaikan Muballigh Ronald Firdaus, MT tersebut mengajak jama’ah untuk mewaspadai hawa nafsu, segera bertobat ketika melakukan kesalahan, serta membiasakan diri memperbanyak istighfar.

Dalam nasihatnya, Ronald menjelaskan bahwa hawa nafsu merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam kehidupan seorang mukmin. Dorongan hawa nafsu, apabila tidak dikendalikan, dapat membawa seseorang kepada perbuatan yang tidak baik.

Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Yusuf ayat 53 yang menjelaskan bahwa nafsu cenderung mendorong manusia kepada keburukan. Karena itu, orang iman perlu memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan tidak mengikuti setiap dorongan hawa nafsu.

Menurut Ronald, manusia merupakan makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Seseorang dapat terjerumus dalam perbuatan dosa atau maksiat, tetapi keadaan tersebut tidak seharusnya membuatnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah SWT. Ketika melakukan kesalahan, seorang mukmin hendaknya segera menyadarinya dan kembali kepada Allah SWT dengan bertobat. “Tobat harus disertai penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan. Setelah itu, ada komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Ronald.

Ia menambahkan, kesungguhan dalam bertobat juga perlu diwujudkan dengan memperbanyak istighfar. Memohon ampun kepada Allah SWT bukan hanya dilakukan sesaat setelah seseorang melakukan kesalahan, tetapi hendaknya menjadi kebiasaan yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Istighfar menjadi bentuk kesadaran seorang hamba bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan senantiasa membutuhkan ampunan serta pertolongan Allah SWT. Karena itu, memperbanyak istighfar perlu dibiasakan, baik ketika menghadapi berbagai persoalan maupun saat berada dalam keadaan lapang.

Selain mengingatkan pentingnya istighfar, Ronald juga mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengutip QS. At-Talaq ayat 2–3:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bagi jama’ah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan dan tidak mudah berputus asa ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pertolongan dan jalan keluar dari Allah SWT dapat datang melalui jalan yang tidak disangka-sangka.

Nasihat ba’da Jumat tersebut sekaligus menjadi pengingat agar setiap orang iman senantiasa melakukan introspeksi diri. Menjaga diri dari pengaruh hawa nafsu perlu dibarengi dengan kesungguhan untuk memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan.

Dengan penyesalan yang sungguh-sungguh, komitmen meninggalkan kesalahan, serta membiasakan memperbanyak istighfar, seorang mukmin diharapkan dapat terus memperbaiki kualitas diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.