Pleno PC LDII Purwakarta Review Pola Ajar Generus, Perkuat Evaluasi Pembinaan
Purwakarta, (02/10). Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Purwakarta menggelar pleno bersama muballigh dan muballighot dari Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD). Kegiatan berlangsung di Masjid Baitussalam, PAC LDII Ciseureuh, Purwakarta.
Pleno membahas penguatan kualitas pembinaan generasi penerus (Generus), terutama melalui review pola ajar dan penerapan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter serta jenjang usia peserta didik. Peserta pleno terdiri atas para muballigh dan muballighot yang terlibat dalam pembinaan Generus mulai dari PAUD, usia dini, SD, praremaja hingga muda-mudi.
Pakar pendidikan, H. Sumari, S.Pd., hadir sebagai pemateri. Ia mengulas penerapan pendekatan Visual dan Kinesthetic dalam pembelajaran serta pentingnya menyesuaikan metode mengajar dengan karakter peserta didik. Pendekatan Visual dapat diterapkan melalui gambar, tulisan, ilustrasi, dan berbagai media pembelajaran. Sementara pendekatan Kinesthetic menekankan pengalaman belajar melalui aktivitas, praktik, simulasi, maupun keterlibatan langsung peserta.
“Pengajar perlu memahami karakter peserta didik yang dihadapi. Dari situ kemudian ditentukan pola dan metode pembelajaran yang sesuai,” ujar H. Sumari.
Menurutnya, review pola ajar diperlukan agar pengajar tidak menerapkan satu metode yang sama untuk seluruh kelompok usia.
Selain review pola ajar, pleno membahas penerapan format laporan lima unsur pembina Generus sebagai instrumen evaluasi pembinaan secara berkala. “Format laporan lima unsur pembina Generus ini nantinya diaplikasikan dan dilaksanakan satu bulan sekali di tingkat Pimpinan Cabang,” kata H. Sumari.
Ia menjelaskan, pelaporan secara rutin diperlukan agar kegiatan pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan, tetapi dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan. Melalui laporan tersebut, pengurus dan pengajar dapat mencatat perkembangan pembinaan, mengidentifikasi kendala, serta melihat kebutuhan Generus pada masing-masing jenjang.
Dengan demikian, review pola ajar dan laporan pembinaan menjadi bagian dari satu siklus evaluasi: pola ajar diterapkan, pelaksanaan dicatat, hasil dievaluasi, kemudian menjadi dasar perbaikan pembelajaran.
Penguatan Pembinaan Muda-Mudi
Pleno juga memberikan perhatian terhadap pembinaan kelompok muda-mudi. Pada jenjang ini, pengajar didorong mengembangkan pembelajaran yang lebih komunikatif dan partisipatif dengan memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta mempraktikkan materi. Pendekatan tersebut diharapkan mendorong peserta tidak sekadar menerima materi, tetapi turut aktif dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, J. Harpendi dari Bagian Konseling LDII Purwakarta mengatakan peningkatan kualitas pengajar menjadi salah satu hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut.
“Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan pengajar dalam memilih metode pembelajaran sesuai jenjang usia, sekaligus terciptanya proses belajar yang lebih menarik, aktif, dan mudah dipahami,” ujar J. Harpendi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PKD PC LDII Kecamatan Purwakarta memperkuat kualitas para pengajar sebagai unsur penting dalam pembinaan Generus.
“Dengan pola ajar yang lebih adaptif, pembelajaran diharapkan tidak hanya menghasilkan Generus yang memahami materi, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui pleno tersebut, PC LDII Kecamatan Purwakarta mendorong pembinaan Generus yang terarah, terdokumentasi, dievaluasi secara berkala, dan terus diperbaiki sesuai kebutuhan peserta didik pada setiap jenjang usia.