H. Jojo Suwarjo: Agungkan Syiar Allah dan Jangan Lalai Menjaga Diri serta Keluarga
Purwakarta, (16/06). Pembina Majelis Taklim Nurridwan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ciseureuh, H. Jojo Suwarjo, mengajak jamaah untuk mengagungkan syiar-syiar Allah, menjaga diri dan keluarga dari api neraka, serta menghindari kelalaian yang dapat berujung pada penyesalan di akhirat.
Pesan tersebut disampaikan dalam Nasihat rutin yang berlangsung di Masjid Nurridwan, Ciseureuh, Purwakarta, pada Jumat (26/6/2026).
Dalam tausiahnya, H. Jojo menegaskan bahwa mengagungkan syiar Allah merupakan bagian dari ketakwaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip firman Allah SWT:
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu termasuk ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Menurutnya, pengagungan terhadap syiar Allah tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui akhlak mulia, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak menjadi golongan muflis atau orang yang bangkrut di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut?”
Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan:
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا…
“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, namun ia pernah mencaci, menuduh, dan menzalimi orang lain.” (HR. Muslim)
Karena itu, H. Jojo mengajak seluruh jamaah untuk menjaga amal ibadah sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama agar pahala yang telah dikumpulkan tidak menjadi sia-sia.

Selain itu, ia menekankan pentingnya tanggung jawab setiap muslim dalam membina keluarga sesuai perintah Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pedoman bagi orang tua untuk terus membina keimanan, akhlak, dan ibadah anggota keluarga agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan bertakwa.
“Kita harus bersungguh-sungguh dan jangan sampai lalai. Tanggung jawab menjaga diri dan keluarga merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” ujarnya.
Di akhir tausiahnya, H. Jojo mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Ia menyampaikan sebuah ungkapan hikmah:
فَإِنَّ تَفْرِيطَكُمْ نَدَامَةٌ
“Sesungguhnya kelalaian dan penyia-nyiaan akan berujung pada penyesalan.”
Ia menegaskan bahwa setiap kesempatan yang diberikan Allah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah, menuntut ilmu, beramal saleh, serta berkontribusi bagi kemaslahatan umat.
Melalui nasihat tersebut, jamaah diharapkan semakin termotivasi untuk menghidupkan syiar Islam, memperkuat ketakwaan, menjaga keharmonisan keluarga, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.