Pendidikan Anak adalah Amanah Besar, Ustadz Zainuddin Ajak Orang Tua Perkuat Pembinaan Keagamaan

Pendidikan Anak adalah Amanah Besar, Ustadz Zainuddin Ajak Orang Tua Perkuat Pembinaan Keagamaan

Purwakarta, (24/07). Pendidikan anak merupakan amanah besar yang dititipkan Allah SWT kepada setiap orang tua. Selain sebagai anugerah, kehadiran anak juga menjadi ujian yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Ustadz Zainuddin, Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPD LDII Kabupaten Purwakarta, saat menyampaikan tausiah ba’da Salat Jumat di Masjid Baitul Auliya, Sukamulya, Purwakarta.

Dalam tausiahnya, Ustadz Zainuddin menjelaskan bahwa anak merupakan nikmat yang wajib disyukuri sekaligus amanah yang harus dijaga. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taghabun ayat 15 yang menyebutkan bahwa harta dan anak-anak merupakan ujian bagi setiap manusia.

Menurutnya, setiap ayah dan ibu akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah mendidik putra-putrinya agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan berakhlakul karimah. Bahkan, seorang anak juga perlu menyadari bahwa dirinya merupakan ujian bagi kedua orang tuanya sehingga harus berusaha menjadi pribadi yang membanggakan dan berbakti.

“Rasa syukur atas karunia anak harus diwujudkan melalui kesabaran, ketelatenan, dan kesungguhan dalam mendidik serta membina mereka agar menjadi generasi yang diridai Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak dan cucu adalah amanah yang membutuhkan kasih sayang, perhatian, doa, pengorbanan, dan keteladanan. Pengorbanan orang tua tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga melalui pembinaan akidah, ibadah, akhlak, serta penanaman nilai-nilai Islam sejak usia dini.

Menurutnya, tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada penyediaan sandang, pangan, dan papan. Yang lebih utama ialah membangun karakter anak melalui pendidikan agama yang berkesinambungan sehingga mereka tumbuh menjadi qurrata a’yun (penyejuk hati), sekaligus membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Zainuddin juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang ayah bertanggung jawab memimpin keluarganya, sedangkan seorang ibu bertanggung jawab mengelola rumah tangga sekaligus mendidik anak-anaknya.

Karena itu, keberhasilan pendidikan keluarga, menurutnya, hanya dapat terwujud melalui sinergi antara ayah dan ibu dalam memberikan teladan, kasih sayang, pengawasan, serta pembinaan yang berkesinambungan.

Menjelang akhir tausiahnya, Ustadz Zainuddin mengingatkan pentingnya birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kesungguhan orang tua dalam mendidik anak, tetapi juga oleh kesadaran anak untuk menghormati, menaati, dan berbuat baik kepada ayah dan ibunya selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Apabila orang tua berhasil membina anak-anaknya menjadi pribadi yang saleh, berilmu, dan berbakti, maka mereka tidak hanya menjadi penyejuk hati di dunia, tetapi juga akan menjadi mahkota kemuliaan bagi kedua orang tuanya di akhirat,” ungkapnya.

Mengakhiri tausiahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Dengan memperkuat pendidikan agama, menanamkan akhlakul karimah, membangun karakter luhur, serta menunaikan hak dan kewajiban dalam keluarga, diharapkan lahir generasi profesional religius yang mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Generasi tersebut, menurutnya, merupakan investasi amal jariyah bagi orang tua sekaligus jalan meraih rida Allah SWT.