LDII Purwakarta Gelar Pengajian Akhir Tahun untuk Perkuat Pembinaan Generasi Muda

LDII Purwakarta Gelar Pengajian Akhir Tahun untuk Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Purwakarta, (31/12). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta terus menguatkan pembinaan generasi muda melalui kegiatan Pengajian Akhir Tahun yang dilaksanakan di sejumlah lokasi pada pergantian tahun 2025 menuju 2026.

Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J Harpendi, mengatakan pembinaan moral dan spiritual generasi muda menjadi perhatian utama LDII sebagai bagian dari kontribusi membangun peradaban bangsa. “Belajar dari sejarah peradaban, LDII memandang pembinaan moral dan spiritual generasi muda sebagai investasi jangka panjang. Ini merupakan kontribusi nyata dalam membangun peradaban bangsa yang berakhlak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pengajian Akhir Tahun telah menjadi agenda rutin LDII sejak lama dan digelar secara berkelanjutan di berbagai tempat di Kabupaten Purwakarta. Pada tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Masjid Baitussalam PAC LDII Ciseureuh, Masjid Baitul Auliya Sukamulya PC LDII Purwakarta, serta Masjid Al Ikhlas PC LDII Jatiluhur yang berlokasi di Jalan Pramuka No. 255, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Menurut J Harpendi, kegiatan tersebut bertujuan mengajak generasi muda mengisi momentum pergantian tahun dengan aktivitas positif dan bernilai edukatif, seperti pengajian, diskusi keagamaan, penyampaian nasihat, serta penampilan seni dan budaya. “Generasi muda diarahkan untuk mengisi akhir tahun dengan kegiatan yang bermanfaat, sebagai alternatif dari aktivitas hura-hura yang berpotensi menimbulkan dampak negatif,” ujarnya.

Melalui Pengajian Akhir Tahun, LDII berharap generasi muda terhindar dari perilaku maksiat, gaya hidup konsumtif, serta hedonisme. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter remaja agar tumbuh menjadi pribadi yang religius, berakhlak mulia, dan mandiri.

Ia menambahkan, LDII juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pamong, guru, Muballigh, mubalighot, hingga orang tua yang tergabung dalam Lima Unsur Pembinaan Generasi (LUPG) untuk bersama-sama mendorong pembinaan generasi muda secara berkelanjutan. “Momentum akhir tahun seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu, tetapi juga sebagai sarana muhasabah dan refleksi diri, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.


Menurut J Harpendi, penguatan moral generasi penerus bangsa menjadi semakin relevan di tengah tantangan sosial, lingkungan, dan kebangsaan yang kian kompleks. “Jika moral generasi penerus kuat, maka fondasi peradaban Indonesia juga akan kokoh. Oleh karena itu, LDII Purwakarta terus mendorong generasi muda mengisi akhir tahun dengan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.