Masuki Malam 21 Ramadhan, Jamaah Masjid Nurridwan Ciseureuh Didorong Kejar Lailatul Qadar
Purwakarta, (11/03). Memasuki malam ke-21 Ramadhan 1447 Hijriah, jamaah melaksanakan rangkaian ibadah malam di Masjid Nurridwan, PAC LDII Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap malam mulai malam 21 Ramadhan hingga akhir Ramadhan sebagai upaya menghidupkan sepuluh malam terakhir yang penuh keutamaan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, nasihat agama, hingga sahur bersama sebagai bentuk ikhtiar jamaah dalam memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Masjid Nurridwan yang secara konsisten dilaksanakan setiap bulan Ramadhan.
Bahkan pada penghujung Ramadhan, jamaah juga melaksanakan iktikaf setiap malam di masjid untuk lebih fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Penanggung Jawab Program Terpadu Masjid Nurridwan Ciseureuh sekaligus Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J Harpendi, mengajak jamaah untuk meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.
Ia mengingatkan bahwa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
“Baru kemarin rasanya kita menyambut hari pertama puasa.
Semangatnya terasa sekali. Masjid kembali ramai, banyak yang berlomba-lomba tarawih di saf depan, tilawah mulai ditargetkan satu hari satu juz, dan media sosial pun penuh dengan pengingat kebaikan.


Ramadhan di awal selalu menghadirkan energi baru untuk memperbaiki diri,” ujarnya yang mengiringi kegiatan malam tersebut.
Namun seiring berjalannya waktu, kesibukan aktivitas sehari-hari sering kali membuat semangat itu perlahan menurun.
Tarawih yang awalnya penuh mulai berkurang, tilawah yang semula rutin menjadi tertunda, hingga tanpa terasa Ramadhan hampir berakhir.
Padahal, justru di bagian akhir Ramadhan tersimpan kesempatan yang paling besar.
Di sepuluh malam terakhir inilah Allah menghadirkan sebuah malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Seribu bulan setara dengan lebih dari delapan puluh tiga tahun. Artinya, satu malam Lailatul Qadar dapat bernilai lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun.
Karena itu Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Melalui kegiatan ibadah malam yang dilaksanakan setiap hari hingga akhir Ramadhan ini, jamaah diharapkan semakin termotivasi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak ibadah, doa, serta amal kebaikan.
Ramadhan akan segera berlalu dan takbir kemenangan akan berkumandang. Namun malam-malam Ramadhan yang telah lewat tidak akan kembali lagi.
Karena itu, sepuluh malam terakhir menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk menutup Ramadhan dengan kesungguhan, dengan harapan dapat meraih keberkahan dan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang dinantikan umat Islam.