Pengajian Sarimbit LDII Purwakarta Perkuat Keharmonisan dan Ketahanan Keluarga
Purwakarta, (23/10). Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Purwakarta menggelar Pengajian Sarimbit di Masjid Baitussalam, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Ciseureuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keharmonisan rumah tangga, meningkatkan pemahaman agama, serta membangun ketahanan keluarga berdasarkan Al-Qur’an dan hadist.
Pengajian yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.15 WIB tersebut diikuti warga LDII Kecamatan Purwakarta, khususnya pasangan suami istri. Selain sebagai sarana menambah ilmu agama, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahim dan memperkuat pembinaan keluarga di lingkungan LDII.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Purwakarta, J Harpendi. Dalam pembukaan, peserta diajak menjadikan pengajian sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan rumah tangga.
Pengajian menghadirkan Ustadz Manshur Tenggara, MT, dari Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Purwakarta. Sementara itu, Penasihat atau Wanhat PC LDII Kecamatan Purwakarta, Kiai Mustofa Riduwan, menyampaikan nasihat tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis, rukun, dan kokoh berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan dan nasihat Majelis Taujih wal Irsyad DPP LDII pada Oktober 2026 mengenai penguatan pembinaan keluarga.
Pengajian Sarimbit merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang menyasar pasangan suami istri. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya menjalankan hak dan kewajiban masing-masing serta membangun kehidupan rumah tangga sesuai tuntunan agama.
Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menanamkan keimanan, dan mendidik generasi penerus. Karena itu, keharmonisan rumah tangga perlu dijaga melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, kesabaran, dan tanggung jawab bersama.
Pemahaman agama diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh melalui pengajian dapat menjadi pedoman dalam menyikapi persoalan keluarga dan membangun hubungan yang lebih baik antara suami dan istri.
Dalam pemaparannya, Ustadz Manshur Tenggara, MT, menyampaikan materi pembinaan keluarga dengan merujuk pada Al-Qur’an dan hadist. Salah satu landasan yang menjadi perhatian adalah Surah Ar-Rum ayat 21, yang menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenteraman serta menumbuhkan kasih sayang.
Prinsip sakinah, mawaddah, wa rahmah menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, dan diliputi rahmat Allah SWT.
Keharmonisan rumah tangga, menurut pokok materi yang disampaikan, perlu diupayakan melalui kesediaan suami dan istri untuk saling memahami. Perbedaan karakter, kebiasaan, maupun pendapat merupakan bagian dari kehidupan bersama yang perlu disikapi secara dewasa dan bijaksana.
Pasangan suami istri perlu membangun komunikasi yang sehat, mengendalikan emosi, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dengan tetap berpedoman pada ajaran agama.
Selain itu, menjaga tutur kata, memperlakukan pasangan dengan baik, memahami hak dan kewajiban, serta saling mendukung dalam beribadah merupakan bagian penting dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis.
Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana rumah yang menenteramkan sekaligus mendukung proses pendidikan anak.
Dalam nasihatnya, Kiai Mustofa Riduwan selaku Wanhat PC LDII Kecamatan Purwakarta menekankan bahwa keharmonisan keluarga membutuhkan komitmen dan kerja sama kedua belah pihak.
Menurut pokok nasihat yang disampaikan, pembinaan keluarga tidak hanya bertujuan menjaga hubungan baik antara suami dan istri, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga agar mampu menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan agama.
Suami dan istri perlu memiliki kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing, menjaga kerukunan, dan membangun komunikasi yang baik. Keharmonisan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus diupayakan bersama melalui sikap saling menghargai dan mendukung.
Kiai Mustofa juga menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai ikhtiar untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Harapannya, keluarga tidak hanya merasakan kebahagiaan dalam kehidupan dunia, tetapi juga dapat bersama-sama meraih surga Allah SWT.
Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan keluarga perlu dibangun secara berkelanjutan melalui pengamalan nilai-nilai agama, kedewasaan dalam menyikapi persoalan, dan kesediaan untuk memperbaiki diri.
Selain memperkuat hubungan suami istri, pembinaan keluarga juga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus yang beriman, berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia.
Pendidikan anak tidak cukup hanya melalui nasihat. Keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak.


Kebiasaan beribadah, menjaga tutur kata, menghormati orang lain, serta menyelesaikan persoalan secara bijaksana dapat menjadi contoh nyata bagi anak dalam memahami nilai-nilai keimanan dan akhlak.
Sebaliknya, lingkungan keluarga yang dipenuhi pertengkaran dan komunikasi yang buruk berpotensi memengaruhi perkembangan karakter anak. Karena itu, orang tua perlu menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui pembinaan keluarga yang berkesinambungan, diharapkan tumbuh generasi penerus yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki karakter baik, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengajian Sarimbit tersebut menjadi bagian dari upaya PC LDII Kecamatan Purwakarta dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan dan kehidupan keluarga di lingkungan organisasi.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, memperkuat komunikasi, menunaikan hak dan kewajiban, serta menjadikan Al-Qur’an dan hadist sebagai pedoman kehidupan keluarga.
Pembinaan keluarga membutuhkan pengamalan secara konsisten. Ilmu yang diperoleh melalui pengajian perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan suami istri, pendidikan anak, maupun interaksi sosial di tengah masyarakat.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, keluarga besar LDII Kecamatan Purwakarta diharapkan semakin rukun, kompak, dan harmonis serta mampu memberikan teladan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui Pengajian Sarimbit, PC LDII Kecamatan Purwakarta menegaskan pentingnya memperkuat keluarga sebagai fondasi pembentukan generasi penerus dan kehidupan bermasyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.