Wakil Ketua DPD LDII Purwakarta J Harpendi Terdaftar dalam International Religious Peace Academy 2026

Wakil Ketua DPD LDII Purwakarta J Harpendi Terdaftar dalam International Religious Peace Academy 2026

Purwakarta, (02/10). J Harpendi, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta periode 2025–2030 sekaligus Anggota Biro Hubungan antara Lembaga DPW LDII Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030, terdaftar sebagai peserta International Religious Peace Academy (IRPA) 2026.

Program pendidikan perdamaian lintas agama yang diselenggarakan oleh Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) tersebut mengangkat tema “Learning Thought Habits from Young People in Scriptures”, yakni pembelajaran pola pikir dan kebiasaan berpikir generasi muda melalui kitab-kitab suci. Berdasarkan bukti pendaftaran melalui Google Formulir, jawaban aplikasi J Harpendi telah berhasil direkam. Ia memilih sesi ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB secara daring melalui Zoom.

Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai kepemimpinan, pemahaman lintas agama, dan pendidikan perdamaian dalam konteks kehidupan masyarakat yang majemuk.

Sebelum proses keikutsertaan dilanjutkan, J Harpendi menerima komunikasi melalui WhatsApp dari Kimmie Kim yang memperkenalkan diri sebagai IRPA Program Coordinator. Dalam pesannya, Kimmie menyampaikan apresiasi atas pendaftaran J Harpendi dan ketertarikannya terhadap upaya mempromosikan perdamaian melalui pemahaman lintas agama.

Koordinator tersebut juga menjelaskan bahwa peserta menjalani proses verifikasi sederhana untuk mengonfirmasi peran mereka sebagai pemimpin agama. Komunikasi itu menjadi bagian dari proses administrasi dan verifikasi peserta sebelum tahapan berikutnya.

Sebagai Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta dan Anggota Biro Hubungan antara Lembaga DPW LDII Provinsi Jawa Barat, partisipasi J Harpendi memiliki relevansi dengan pengembangan wawasan komunikasi sosial dan hubungan antarlembaga.

Pendidikan lintas agama memberikan ruang untuk memahami perspektif keagamaan yang beragam, memperkuat kemampuan berdialog, serta membangun komunikasi yang dilandasi penghormatan terhadap keyakinan masing-masing.

Dalam konteks organisasi kemasyarakatan, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat. Pengalaman mengikuti forum internasional juga berpotensi memperkaya perspektif mengenai peran organisasi keagamaan dalam mendukung kehidupan sosial yang harmonis.

International Religious Peace Academy merupakan program pendidikan yang mengedepankan pembelajaran nilai-nilai agama melalui dialog dan pemahaman lintas tradisi.

Tema kegiatan tahun 2026 menyoroti tiga tujuan pembelajaran utama:

  • Mempelajari kebijaksanaan dari berbagai agama.
  • Menemukan perspektif dan pemahaman baru.
  • Mengembangkan kepemimpinan yang berorientasi pada perdamaian.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan tanpa harus menyamakan seluruh ajaran dan keyakinan agama. Dalam masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial, kemampuan memahami perbedaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun kerukunan.

Pengalaman pembelajaran internasional seperti IRPA dapat menjadi bahan refleksi bagi pengembangan pendidikan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, dan kepedulian sosial merupakan unsur yang relevan dalam membentuk pemimpin yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Bagi lingkungan LDII Kabupaten Purwakarta, pengalaman tersebut berpotensi menjadi tambahan wawasan yang dapat dibagikan melalui diskusi, literasi, dan kegiatan edukasi setelah program berlangsung.