Musda LDII Purwakarta: Fokus Pembinaan Karakter, Regenerasi, dan Digitalisasi Dakwah

Musda LDII Purwakarta: Fokus Pembinaan Karakter, Regenerasi, dan Digitalisasi Dakwah

Purwakarta, (25/10). Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta yang digelar hari ini berlangsung penuh antusiasme. Suasana semangat terlihat dari semua peserta dan tamu undangan yang turut hadir dalam acara lima tahunan tersebut.

Ketua DPD LDII Purwakarta Susilo Agus Budiyono, menjelaskan bahwa Musda merupakan agenda rutin yang diadakan setiap lima tahun sekali untuk memilihi kepengurusan baru sekaligus menyusun arah program kerja ke depan. Peserta Musda kali ini terdiri dari Perwakilan Cabang (PC) di sembilan kecamatan, peninjau, dewan penasihat, serta hadir dari DPD LDII Subang, DPD LDII Indramayu, DPD LDII Karawang, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Wakil Bupati Purwakarta, Perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) , Kapolres, Dandim 0619, Perwakilan Kemenag, Ketua MUI Purwakarta, dan organisasi masyarakat (ormas) mitra LDII.

“LDII Purwakarta terus berkomitmen berperan aktif dalam bidang pendidikan generasi muda yang nantinya akan memberi dampak kepada lingkungan sekitarnya. Kami juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti kegiatan Citarum Harum. Ke depannya LDII juga akan lebih fokus pada digitalisasi dakwah serta pendidikan anak di era digital, agar bisa menghasilkan hal-hal positif terutama di media sosial, “ ujar Susilo.

LDII juga mengangkat tema tentang 29 Karakter dalam membangun generasi tangguh menuju Purwakarta Istimewa. Musda tahun ini menegaskan pentingnya pembinaan karakter dalam menghadapi tantangan globalisasi. “Di era globalisasi seperti sekarang, sangat sulit memfilter pengaruh dari luar. Maka kami fokus pada pembinaan karakter dari dalam, melalui program 29 karakter ini, kami ingin menumbuhkan generasi selanjutnya menjadi generasi yang kuat, profesional, dan religius, “ tambahnya.

Menaggapi soal fenomena menurunnya antusiasme anak muda terhadap organisasi keagamaan, Susilo menilai perlu adanya pendekatan yang berbeda. “Anak muda sekarang lebih butuh contoh nyata daripada sekedar perintah. Karena itu, butuh pendekatan kegiatan seperti seminar, podcast, melibatkan anak muda dalam kegiatan seperti Rakorda,” tuturnya.

Menutup wawancara, Susilo berpesan kepada warga LDII Purwakarta agar terus semangat berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah. “Segala aktivitas harus diniatkan karena Allah dan demi kebaikan. Sebagai umat, kita punya tanggung jawab moral untuk membina generasi agar kuat, religius, dan berkarakter. Terutama dalam misi mewujudkan Purwakarta Istimewa,” pesannya.