Beberapa Upaya Agar Bisa Khusyuk dalam Shalat
Introspeksi Diri untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah
Shalat merupakan ibadah yang paling agung setelah syahadat. Namun, tidak sedikit kaum muslimin yang mengeluhkan sulitnya menghadirkan kekhusyukan saat berdiri menghadap Allah Ta’ala. Padahal, khusyuk adalah ruh shalat dan salah satu sebab terbesar diterimanya amal seorang hamba.
Allah Ta’ala memuji orang-orang yang khusyuk dalam shalat dan menjadikannya sebagai ciri utama orang-orang beriman yang beruntung.
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1–2)
Apa yang Dimaksud dengan Khusyuk?
Khusyuk adalah hadirnya hati di hadapan Allah Ta’ala ketika melaksanakan shalat, yang disertai dengan ketenangan anggota badan, penghayatan terhadap bacaan, serta menjauhkan diri dari segala hal yang dapat melalaikan dan mengganggu konsentrasi ibadah.
Dengan kata lain, khusyuk bukan hanya sikap lahiriah, tetapi juga keadaan hati yang tunduk, merendah, dan fokus kepada Allah Ta’ala.
Sebelas Upaya Agar Lebih Khusyuk dalam Shalat
- Mempersiapkan Diri Sebelum Shalat dengan Baik
Persiapan yang baik akan membantu menghadirkan kekhusyukan. Di antaranya:
- Menyempurnakan wudhu.
- Membersihkan mulut dengan siwak.
- Mengenakan pakaian yang bersih, suci, rapi, dan wangi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap akan shalat.”
(HR. Bukhari no. 887 dan Muslim no. 252)
- Tidak Shalat Saat Menahan Buang Hajat
Menahan buang air kecil atau besar dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi kekhusyukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ، وَلَا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ
“Tidak sempurna shalat ketika makanan telah dihidangkan dan tidak pula ketika seseorang menahan dua hajat (kencing dan buang air besar).”
(HR. Muslim no. 560)
- Makan Terlebih Dahulu Jika Sangat Lapar
Apabila makanan telah tersedia dan rasa lapar sangat mengganggu, syariat menganjurkan untuk makan terlebih dahulu agar hati lebih tenang saat shalat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا وُضِعَ عَشَاءُ أَحَدِكُمْ وَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ
“Apabila makan malam telah dihidangkan dan shalat telah ditegakkan, maka dahulukanlah makan malam.”
(HR. Bukhari no. 674 dan Muslim no. 559)
- Berjalan ke Masjid dengan Tenang
Ketenangan hendaknya sudah dimulai sejak seseorang berangkat menuju masjid.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا تَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَسْعَوْنَ وَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَمْشُونَ وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ
“Apabila shalat telah ditegakkan, janganlah kalian mendatanginya dengan berlari, tetapi datangilah dengan berjalan dan penuh ketenangan.”
(HR. Bukhari no. 908 dan Muslim no. 602)
- Mengarahkan Pandangan ke Tempat Sujud
Menjaga pandangan membantu menjaga fokus hati.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا صَلَّى طَأْطَأَ رَأْسَهُ وَرَمَى بِبَصَرِهِ نَحْوَ الْأَرْضِ
“Rasulullah ﷺ apabila shalat menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah.”
(HR. Al-Hakim, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
- Tidak Menoleh Saat Shalat
Menoleh tanpa kebutuhan termasuk hal yang mengurangi kekhusyukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
هُوَ اخْتِلَاسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلَاةِ الْعَبْدِ
“Itu adalah curian yang dicuri setan dari shalat seorang hamba.”
(HR. Bukhari no. 751)
- Tidak Mengangkat Pandangan ke Atas
Rasulullah ﷺ memperingatkan keras orang yang mengangkat pandangannya ke langit saat shalat.
Beliau bersabda:
مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلَاتِهِمْ
Kemudian beliau bersabda:
لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ
“Hendaklah mereka berhenti dari perbuatan itu atau penglihatan mereka akan disambar.”
(HR. Bukhari no. 750)
- Menjauhi Hal-Hal yang Melalaikan
Segala sesuatu yang mengganggu perhatian hendaknya disingkirkan ketika hendak shalat.
Rasulullah ﷺ pernah mengenakan pakaian bergambar ketika shalat, kemudian bersabda:
اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إِلَى أَبِي جَهْمٍ فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلَاتِي
“Bawalah pakaian bergambar ini kepada Abu Jahm, karena tadi ia telah melalaikanku dalam shalat.”
(HR. Bukhari no. 373 dan Muslim no. 556)
- Tidak Banyak Bergerak Selain Gerakan Shalat
Terlalu banyak bergerak tanpa kebutuhan dapat mengurangi kekhusyukan dan pahala shalat.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Berdirilah untuk Allah dengan khusyuk.”
(QS. Al-Baqarah: 238)
- Menghayati Bacaan Shalat
Memahami makna bacaan yang dibaca dalam shalat merupakan salah satu sebab terbesar hadirnya kekhusyukan.
Allah Ta’ala berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
“Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an?”
(QS. Muhammad: 24)
- Mengingat Kematian Saat Shalat
Mengingat bahwa suatu saat kita akan menghadap Allah dapat membantu memperbaiki kualitas shalat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اذْكُرِ الْمَوْتَ فِي صَلَاتِكَ فَإِنَّ الرَّجُلَ إِذَا ذَكَرَ الْمَوْتَ فِي صَلَاتِهِ لَحَرِيٌّ أَنْ يُحْسِنَ صَلَاتَهُ
“Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena seseorang yang mengingat kematian dalam shalatnya akan terdorong untuk memperbagus shalatnya.”
(HR. Ath-Thabrani, dihasankan oleh sebagian ulama)
Keutamaan Shalat yang Khusyuk
- Mendapatkan Keberuntungan dan Mewarisi Surga Firdaus
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Kemudian Allah berfirman:
أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ
“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi Surga Firdaus.”
(QS. Al-Mu’minun: 1–11)
- Mendapatkan Ampunan dan Pahala yang Besar
Allah Ta’ala berfirman:
وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ … أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Laki-laki dan perempuan yang khusyuk, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(QS. Al-Ahzab: 35)
- Menjadi Sebab Dihapuskan Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang muslim didatangi waktu shalat wajib lalu ia menyempurnakan wudhu, kekhusyukan dan rukuknya, melainkan shalat itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya.”
(HR. Muslim no. 228)
- Menjadi Sebab Masuk Surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan sempurna kemudian shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya kepada Allah, melainkan wajib baginya surga.”
(HR. Muslim no. 234)
- Mendapatkan Ampunan atas Dosa-Dosa yang Telah Lalu
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua rakaat tanpa disibukkan oleh bisikan dirinya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari no. 159 dan Muslim no. 226)
Penutup
Khusyuk merupakan ruh dan inti dari shalat. Semakin besar kekhusyukan seorang hamba, semakin besar pula pahala, pengaruh, dan manfaat shalat yang ia rasakan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berusaha mempersiapkan diri sebelum shalat, menjauhi segala hal yang mengganggu konsentrasi, memahami bacaan yang dilafalkan, serta menghadirkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Ta’ala.
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang khusyuk dalam shalat, memperoleh ampunan-Nya, dan mewarisi Surga Firdaus.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ