Hari Pramuka ke-65, Sako SPN Purwakarta Dorong Generasi Muda Perkuat Keterampilan Produktif
Purwakarta, (14/08). Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada menjadi momentum bagi Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Purwakarta untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter, kecakapan hidup, dan keterampilan produktif.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta, H. Susilo Agus Budiyono, SH, mengatakan Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, sekaligus memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan dan masyarakat.
Menurut Susilo, kegiatan kepramukaan perlu diarahkan pada pengalaman nyata, termasuk pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan ketahanan pangan.
“Sako SPN Purwakarta mendorong kegiatan kepramukaan yang memberikan pengalaman nyata kepada generasi muda dalam mengenal, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi pangan di lingkungan sekitar,” ujar Susilo.
Ia menilai kegiatan seperti bercocok tanam, pemanfaatan lahan, edukasi pangan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus keterampilan produktif.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda tidak hanya belajar mengenai kemandirian pangan, tetapi juga dilatih memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta peduli terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Susilo mengatakan pendidikan kepramukaan perlu berjalan beriringan antara pembentukan karakter dan peningkatan keterampilan. Hal itu penting agar generasi muda memiliki bekal menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
Bagi Sako SPN Purwakarta, pembinaan diarahkan untuk membentuk generasi yang profesional dan religius, berakhlak baik, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Kita ingin generasi muda memiliki karakter yang kuat sekaligus memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal kehidupannya,” katanya.
Ia berharap kegiatan Pramuka tidak berhenti pada aktivitas seremonial, tetapi terus berkembang menjadi kegiatan edukatif dan produktif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Susilo, keterlibatan generasi muda dalam penguatan ketahanan pangan merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Kesadaran tentang pangan, kemandirian, pemanfaatan sumber daya lokal, dan kepedulian lingkungan, kata dia, perlu ditanamkan sejak usia muda.
“Pramuka bukan hanya tentang kegiatan hari ini, tetapi tentang mempersiapkan manusia untuk masa depan. Karakter yang dibentuk, keterampilan yang dilatih, dan kepedulian yang ditanamkan sejak sekarang akan menjadi modal penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Melalui semangat profesional, religius, berkarakter, dan mandiri, Sako SPN Purwakarta berkomitmen menjadikan pendidikan kepramukaan sebagai ruang pembentukan generasi muda yang terampil, peduli lingkungan, mandiri, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.