Nasihat Ba’da Jum’at di Purwakarta: Harta Adalah Ujian, Sedekah Jadi Jalan Pahala
Purwakarta, (18/09). Harta yang dimiliki manusia bukan semata-mata untuk dikumpulkan dan dinikmati. Di balik kepemilikan harta terdapat amanah sekaligus ujian, termasuk bagaimana seseorang menggunakannya untuk kebaikan. Pesan tersebut disampaikan Dewan Penasihat H. Jojo Suwarjo Kaspan dalam nasihat ba’da Jum’at di Masjid Nurridwan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta.
H. Jojo mengajak jamaah memahami bahwa kecintaan terhadap harta tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersedekah dan berinfaq. Sebaliknya, harta dapat menjadi sarana untuk beramal dan memperoleh pahala dari Allah SWT.
Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam QS At-Taghabun ayat 15:
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan, dan di sisi Allah pahala yang besar.”
Menurut H. Jojo, kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai ujian. Salah satunya berkaitan dengan harta dan keluarga. Ketika seseorang memiliki harta, muncul berbagai kebutuhan dan keinginan untuk mempertahankannya. Karena itu, kemampuan menyisihkan sebagian harta untuk kepentingan kebaikan menjadi bagian dari ujian tersebut.
Sedekah Digambarkan sebagai “Perniagaan”
H. Jojo kemudian mengaitkan pentingnya pengorbanan harta dengan QS Ash-Shaff ayat 10–11. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menggambarkan sebuah “perniagaan” yang dapat menyelamatkan orang-orang beriman dari azab yang pedih.
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa kalian…”
Ia menjelaskan, perniagaan yang dimaksud bukan perdagangan dalam bentuk transaksi barang dan keuntungan duniawi. Ayat tersebut berbicara mengenai keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya serta pengorbanan harta dan jiwa di jalan Allah.
Karena itu, infaq dan sedekah tidak semestinya hanya dipandang sebagai berkurangnya harta. Amal tersebut menjadi bagian dari pengorbanan yang dilakukan seorang muslim dengan harapan memperoleh pahala dan pertolongan Allah SWT.
H. Jojo juga mengingatkan jamaah mengenai hadist tentang dua malaikat yang turun setiap hari. Salah satu malaikat mendoakan agar Allah memberikan ganti kepada orang yang berinfaq, sedangkan malaikat lainnya mendoakan keburukan bagi orang yang menahan hartanya.
Keutamaan berinfaq juga digambarkan dalam QS Al-Baqarah ayat 261. Allah SWT memberikan perumpamaan pahala orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.
“Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
Ayat tersebut menjadi pengingat agar jamaah tidak menjadikan pertimbangan materi sebagai penghalang untuk berbagi. Infaq dapat dilakukan sesuai kemampuan, dengan niat mencari rida Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama.
Harta dan Kesehatan Sama-sama Amanah
Selain membahas sedekah dan infak, H. Jojo mengingatkan bahwa manusia juga memiliki amanah berupa jasad dan kesehatan.
Ketika menghadapi sakit, manusia tetap dianjurkan melakukan ikhtiar. Namun, kesembuhan pada akhirnya kkberada dalam kehendak Allah SWT. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai nikmat yang dimiliki manusia, termasuk kesehatan dan harta, merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.
Rangkaian nasihat tersebut menekankan bahwa harta memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan pribadi. Harta juga dapat menjadi sarana membantu sesama, mendukung kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sedekah dan infaq sekaligus menjadi latihan keikhlasan dan kepedulian. Dengan berbagi sesuai kemampuan, seseorang belajar melepaskan sebagian yang dimilikinya untuk kemanfaatan orang lain sekaligus mengharapkan balasan pahala dari Allah SWT.
Nasihat ba’da Jum’at di Masjid Nurridwan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk memandang harta secara lebih proporsional: sebagai nikmat, amanah, sekaligus ujian yang dapat mengantarkan seseorang pada amal kebaikan.