Pengurus Persinas Asad Purwakarta Ikuti MUNAS VI Secara Daring
Purwakarta, (09/01). Pengurus Persinas Asad Kabupaten Purwakarta mengikuti MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) VI PERSINAS ASAD 2026 secara daring dari Studio Mini Nurridwan, Ciseureuh. Keikutsertaan tersebut berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai sebagai bentuk partisipasi aktif dalam agenda nasional organisasi.
MUNAS VI PERSINAS ASAD 2026 diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Persinas Asad di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta, sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Kantor PB Persinas Asad yang berlokasi di samping Padepokan Persinas Asad.
Mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur”, MUNAS VI PERSINAS ASAD menegaskan komitmen organisasi dalam membina pesilat yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya bangsa, sportivitas, serta akhlak mulia.
Ketua Umum PB Persinas Asad, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Agus Susarso, menyampaikan bahwa MUNAS VI menjadi momentum penting setelah 30 tahun Persinas Asad berada di bawah pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Ia menuturkan, kebersamaan dalam IPSI telah menumbuhkan nilai kependekaran, kesatria, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa yang kini melekat sebagai karakter warga Persinas Asad.
“Nilai-nilai luhur tersebut dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Hasilnya kini dapat dirasakan, di mana karakter pesilat Persinas Asad diterima dan dihargai di berbagai peran dan lingkungan, sejalan dengan ajaran agama dan bernilai ibadah,” ujarnya.
Agus Susarso juga mengungkapkan perkembangan signifikan organisasi. Dari semula memiliki kepengurusan di 24 provinsi, kini Persinas Asad telah berkembang di 37 provinsi. Sementara itu, Papua Barat dan Papua Pegunungan masih dalam tahap persiapan pembinaan serta penyediaan fasilitas pendukung.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan-perguruan silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di seluruh Indonesia.
“Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan dan keindahan masing-masing. Oleh karena itu, perlu dihimpun dan dikelola secara profesional agar menjadi benteng budaya sekaligus mencegah konflik,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, PB Persinas Asad membuka Padepokan PB Persinas Asad di Pondok Gede sebagai rumah besar para pendekar.
“Padepokan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bersama, ruang musyawarah, serta kantor bersama bagi pengurus perguruan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan pencak silat,” tegasnya.
MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) VI PERSINAS ASAD 2026 diikuti dari 344 titik daring yang tersebar di tingkat nasional hingga internasional.


Sementara itu, dari Kabupaten Purwakarta, keikutsertaan MUNAS VI diikuti oleh jajaran Pengurus Kabupaten Persinas Asad secara daring. Ketua Pengkab Persinas Asad Purwakarta Arif Apriyanto dan Sekretaris Yuda Rihal Firdaus turut hadir bersama jajaran pembina serta pengurus bidang organisasi, pendidikan dan pelatihan, pembinaan prestasi, wasit dan juri, hingga lembaga ilmu seni beladiri, kata Humas Persinas Asad Kabupaten Purwakarta, J. Harpendi.