Rakorda LDII Purwakarta Tekankan Penguatan Program Kesehatan dan Perlindungan Peserta Didik

Rakorda LDII Purwakarta Tekankan Penguatan Program Kesehatan dan Perlindungan Peserta Didik

Purwakarta, (09/06). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Majelis Taklim Nashrullah, Cikampek Baru. Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J. Harpendi, menyampaikan kembali materi hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Departemen Pengabdian Masyarakat (Penamas) LDII sebagai pedoman pelaksanaan program di tingkat daerah.

Menurut Harpendi, Rakorda menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja LDII Purwakarta dengan arah pembangunan nasional serta program prioritas organisasi. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada kontribusi LDII terhadap program pembangunan nasional melalui delapan bidang pengabdian, mulai dari wawasan kebangsaan, keagamaan, ekonomi, pendidikan, kesehatan alami, pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, hingga energi baru terbarukan.

Ia menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama karena merupakan prasyarat penting bagi terwujudnya sumber daya manusia yang profesional dan religius. Selain itu, program kesehatan juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendorong kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Harpendi menyoroti tiga program prioritas hasil Rakornas Penamas, yakni standardisasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan pendidikan LDII, serta Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) hasil kolaborasi LDII dengan Kementerian Kesehatan RI.

Untuk program Poskestren, LDII mendorong pendataan dan klasifikasi seluruh Poskestren sebagai dasar pembinaan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pesantren. Upaya tersebut akan diperkuat melalui pelatihan kader kesehatan, penyusunan standar pelayanan, serta pemetaan tenaga kesehatan yang dapat menjadi pembina maupun konsultan Poskestren di daerah.

Sementara itu, terkait perlindungan peserta didik, LDII menargetkan seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya membentuk TPPK guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Program tersebut akan didukung dengan pendampingan, monitoring, serta penyusunan mekanisme pelaporan yang terintegrasi.

Rakorda juga membahas implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat. Program ini mencakup berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemantauan pertumbuhan balita, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kesehatan indera, hingga kesehatan gigi dan jiwa.

Harpendi berharap seluruh pengurus PC dan PAC LDII se-Kabupaten Purwakarta dapat segera menindaklanjuti hasil Rakornas melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Rakorda ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi menjadi sarana memperkuat kapasitas organisasi dalam melayani masyarakat. Melalui penguatan Poskestren, pembentukan TPPK, dan program kesehatan bersama pemerintah, LDII ingin terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan Rakorda berlangsung dengan dihadiri jajaran pengurus DPD, PC, dan PAC LDII Kabupaten Purwakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi organisasi dalam mewujudkan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.