Kiai Mustofa Riduwan: Tanda Mengagungkan Allah adalah Memuliakan Apa yang Dimuliakan-Nya

Kiai Mustofa Riduwan: Tanda Mengagungkan Allah adalah Memuliakan Apa yang Dimuliakan-Nya

Purwakarta, (12/06). Pembina Majelis Taklim Nurridwan PAC LDII Kelurahan Ciseureuh, Kiai Mustofa Riduwan, mengajak jamaah untuk mengagungkan syiar-syiar Allah dengan memanfaatkan tempat, waktu, dan kesempatan yang telah dimuliakan-Nya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan. Pesan tersebut disampaikan dalam nasihat ba’da Salat Jumat yang berlangsung di Masjid Nurridwan, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam tausiyahnya, Kiai Mustofa Riduwan menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan keutamaan kepada sebagian makhluk, tempat, waktu, dan amalan sesuai dengan kehendak serta hikmah-Nya. Di antara sekian banyak ciptaan Allah, terdapat beberapa yang dipilih dan diberi kedudukan lebih utama dibandingkan yang lainnya.

Ia mencontohkan para malaikat yang jumlahnya sangat banyak, namun sebagian dipilih untuk menjalankan tugas-tugas khusus. Di antaranya Malaikat Jibril yang diutus menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, serta malaikat-malaikat yang diberi amanah untuk menjalankan berbagai perintah Allah SWT.

“Begitu juga manusia. Dari sekian banyak manusia yang Allah ciptakan, ada yang dipilih menjadi nabi, rasul, ulama, dan orang-orang yang mendapatkan hidayah keimanan. Kita patut bersyukur karena termasuk orang-orang yang diberi nikmat iman oleh Allah,” ujarnya.

Menurutnya, konsep pemilihan dan keutamaan tersebut juga berlaku pada tempat-tempat di muka bumi. Dari berbagai tempat yang digunakan untuk beragam aktivitas kehidupan, masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah karena menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

Selain tempat, Allah juga memuliakan sebagian ucapan. Kalimat-kalimat dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir menjadi kalimat pilihan yang memiliki nilai tinggi di sisi Allah SWT.

Kiai Mustofa Riduwan juga menjelaskan bahwa Allah memberikan keutamaan pada sebagian waktu. Di antara hari-hari yang ada dalam satu pekan, hari Jumat menjadi hari yang istimewa bagi umat Islam. Demikian pula pada malam-malam dalam satu tahun, terdapat malam Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.

Sementara dalam rentang waktu sehari semalam, sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, munajat, dan ibadah kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bentuk pengagungan terhadap sesuatu yang telah dimuliakan Allah bukan hanya dengan mengetahui keutamaannya, tetapi dengan memanfaatkannya untuk beribadah dan beramal saleh.

“Kalau Allah memuliakan masjid, maka kita makmurkan dengan ibadah. Kalau Allah memuliakan hari Jumat, maka kita isi dengan amal saleh. Kalau Allah memuliakan sepertiga malam, maka kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Itulah bentuk pengagungan seorang hamba kepada Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa orang yang beriman hendaknya cerdas dalam memanfaatkan berbagai momentum kebaikan yang telah Allah sediakan. Dengan demikian, setiap kesempatan yang memiliki nilai keutamaan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak bekal menuju kehidupan akhirat.

Melalui nasihat tersebut, jamaah diajak untuk senantiasa mensyukuri nikmat iman serta berupaya menghidupkan tempat-tempat, waktu-waktu, dan amalan-amalan yang telah dimuliakan Allah SWT sebagai wujud penghambaan dan ketaatan kepada-Nya.