Hari Jumat Momentum Muhasabah dan Mempersiapkan Bekal Akhirat

Hari Jumat Momentum Muhasabah dan Mempersiapkan Bekal Akhirat

Purwakarta, (08/07). Hari Jum’at menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal shaleh, dan melakukan muhasabah diri. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indoneisa (LDII) Kabupaten Purwakarta, J Harpendi, mengajak umat Islam agar tidak terlena oleh kesenangan dunia, tetapi senantiasa mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

J Harpendi menyampaikan, Rasulullah ﷺ telah mengingatkan umatnya tentang pentingnya senantiasa mengingat Hari Kiamat. Hal itu tergambar dalam sabda beliau:

كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ، وَحَنَى جَبْهَتَهُ، وَأَصْغَى سَمْعَهُ، يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَرُ فَيَنْفُخُ

“Bagaimana aku dapat hidup bersenang-senang, sementara pemegang sangkakala telah meletakkan sangkakala di mulutnya, menundukkan dahinya, memasang pendengarannya, menunggu kapan diperintahkan lalu ia meniupnya.”
(HR. Tirmidzi No. 2431)

Menurut J Harpendi, hadist tersebut mengajarkan pentingnya menjalani kehidupan dengan kesiapan menghadapi perjumpaan dengan Allah SWT. Hari Kiamat merupakan kepastian, sementara waktu terjadinya hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya.

Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki iman, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbanyak amal shaleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

“Islam tidak melarang umatnya menikmati nikmat dunia yang halal. Namun, seorang muslim tidak boleh sampai terlena hingga melupakan bekal untuk kehidupan akhirat. Kesadaran akan datangnya hari pembalasan justru menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak,” ujar J Harpendi.

Jumat, Momentum Memperbanyak Amal

J Harpendi menambahkan, Hari Jumat memiliki keutamaan yang besar. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkannya dengan memperbanyak berbagai amal ibadah, di antaranya membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, berzikir, beristigfar, serta memperbanyak doa.

Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Selain itu, terdapat waktu yang mustajab untuk berdoa sehingga umat Islam hendaknya memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT.

Pesan untuk senantiasa mempersiapkan bekal akhirat juga ditegaskan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat tersebut mengingatkan setiap orang beriman agar melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat. Muhasabah menjadi penting agar setiap amal, perkataan, dan perbuatan senantiasa diarahkan untuk memperoleh rida Allah SWT.

Mengambil Hikmah dari Peringatan Rasulullah ﷺ

Menurut J Harpendi, setidaknya terdapat beberapa pelajaran yang dapat diambil dari hadist tersebut.

Pertama, setiap muslim harus meyakini bahwa Hari Kiamat pasti terjadi dan senantiasa mempersiapkan diri dengan amal shaleh.

Kedua, seorang mukmin hendaknya tidak terlena oleh gemerlap kehidupan dunia hingga mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Ketiga, Hari Jumat dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbarui taubat, memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, bershalawat, berzikir, beristigfar, dan berdoa.

Keempat, mengingat kehidupan akhirat dapat melembutkan hati, meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Hari Jum’at hendaknya menjadi momentum evaluasi diri. Mari kita perbanyak amal shaleh, memperbaiki ibadah, menjauhi kemaksiatan, dan terus meningkatkan kepedulian kepada sesama,” kata J Harpendi.

Ia berharap, momentum Jum’at dapat mendorong umat Islam untuk semakin istiqamah dalam keimanan dan amal shaleh.

“Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqamah dalam keimanan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”