Ketua DPD LDII Purwakarta Tekankan Nasionalisme dan Karakter Generasi Muda pada Upacara HUT ke-81 RI

Ketua DPD LDII Purwakarta Tekankan Nasionalisme dan Karakter Generasi Muda pada Upacara HUT ke-81 RI

Purwakarta, (17/08). Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta menekankan pentingnya nasionalisme, karakter luhur, dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara yang berlangsung di Parkir Timur Baitul Auliya, Sukamulya, PC LDII Kecamatan Purwakarta, diikuti jajaran pembina dan pengurus LDII serta peserta upacara.

Mengawali sambutannya, Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan pengorbanan jiwa dan raga.

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!” serunya di hadapan peserta upacara.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan, persatuan, keberanian, dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui prestasi, karya, karakter yang baik, serta kontribusi nyata bagi bangsa.

Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Dalam sambutannya, ia juga menyoroti perubahan tantangan yang dihadapi generasi muda. Jika generasi terdahulu menghadapi penjajahan secara fisik, generasi saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks melalui perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), media sosial, dan derasnya arus informasi.

Menurutnya, masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan karakter yang kuat.

“Di LDII ada 29 karakter luhur yang menjadi target bagi semua warganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Kejujuran, empati, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian tetap menjadi karakter penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Karena itu, lembaga pendidikan dan pondok pesantren tidak semata-mata menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak, beretika, dan bertanggung jawab.

Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri

Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta juga mengingatkan bahwa bangsa dan agama membutuhkan calon pemimpin masa depan. Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan jabatan, tetapi harus dimulai dari kemampuan seseorang memimpin dirinya sendiri.

Ia mengajak generasi muda membangun kepemimpinan melalui kebiasaan sederhana, seperti datang tepat waktu, berlaku jujur, menepati janji, menghormati guru dan orang tua, serta membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Kepemimpinan yang besar selalu berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik,” katanya.

Tekankan Bahaya Perundungan

Persoalan perundungan atau bullying turut menjadi perhatian dalam sambutan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.

Generasi muda yang menyaksikan tindakan perundungan diingatkan agar tidak menjadi penonton, ikut menertawakan, maupun menyebarkan tindakan tersebut.

Sebaliknya, mereka didorong untuk menjadi teman yang berani menghentikan perundungan dan memberikan dukungan kepada korban.

“Bullying bukan candaan, bukan tanda keberanian, dan bukan budaya yang harus diteruskan,” tegasnya.

Teknologi Harus Diarahkan dengan Karakter

Di tengah era digital, generasi muda dinilai memiliki peluang besar untuk mengakses ilmu pengetahuan dan mengembangkan kreativitas. Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter penggunanya.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah penggunaannya adalah karakter penggunanya.”

Karena itu, generasi muda diajak menggunakan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, teknologi untuk belajar, dan kreativitas untuk menciptakan solusi.

Ia juga mendorong generasi muda agar mampu berpikir kritis namun tetap santun, berani menyampaikan perbedaan pendapat dengan tetap menghormati orang lain, serta aktif berkarya tanpa kehilangan kerendahan hati.

Perubahan Besar Dimulai dari Langkah Kecil

Mengutip pesan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta mengajak generasi muda menjadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai inspirasi untuk membangun masa depan.

Menurutnya, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana seperti rajin belajar, disiplin, tidak menyontek, menghormati guru dan orang tua, menghentikan bullying, serta menjadi pelajar berprestasi dan berakhlak mulia merupakan bagian dari perubahan.

“Jika setiap siswa melakukan perubahan kecil setiap hari, sekolah ini akan menjadi sekolah yang semakin maju. Dan jika setiap sekolah atau pondok melahirkan generasi yang berkarakter, Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat cinta tanah air, merawat persatuan, membangun karakter unggul, terus belajar, berani memiliki cita-cita besar, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Ia menegaskan, penghormatan terhadap jasa para pahlawan tidak cukup hanya dilakukan melalui upacara setiap 17 Agustus. Penghormatan terbaik adalah dengan menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan melalui karya, dan turut membawa Indonesia menuju masa depan yang semakin maju.