KH. Ridwan Nachdi Tekankan Syukur dan Silaturahmi dalam Pembinaan LDII Purwakarta
Purwakarta, (09/01). Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purwakarta, KH. Ridwan Nachdi, menekankan pentingnya rasa bersyukur serta menjaga silaturahmi sebagai fondasi utama terciptanya kehidupan yang rukun, harmonis, dan penuh keberkahan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan keagamaan yang digelar di Majelis Taklim Nurjannah, Kampung Sukamanah, Bojong, Kabupaten Purwakarta.
Dalam tausiyahnya, KH. Ridwan Nachdi menyampaikan bahwa bersyukur merupakan perintah Allah SWT yang harus diwujudkan tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui ketaatan, akhlak mulia, serta sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan bahwa rasa syukur menjadi kunci agar nikmat yang diberikan Allah terus bertambah dan membawa keberkahan.
Sebagai penguat, KH. Ridwan Nachdi mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang perintah bersyukur:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa siapa pun yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, sementara mengingkari nikmat Allah dapat mendatangkan azab yang pedih. Oleh karena itu, warga LDII diajak untuk menjaga nikmat dengan cara hidup rukun, kompak, dan saling menghormati.
Selain bersyukur, KH. Ridwan juga menekankan pentingnya menjaga dan menyambung silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam yang berdampak langsung pada kehidupan sosial.
Ia menyebut silaturahmi sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat ukhuwah, serta menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang perintah menyambung silaturahmi:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ
وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
KH. Ridwan Nachdi menjelaskan bahwa silaturahmi menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya keberkahan umur.
Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga hubungan baik, saling memaafkan, dan menghindari perpecahan.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa Islam secara tegas melarang perbuatan memutus tali silaturahmi karena dapat menimbulkan kerusakan dan perpecahan di tengah umat.
Larangan tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ
Menurut KH. Ridwan, ayat tersebut menjadi peringatan keras agar umat Islam tidak mudah memutus hubungan persaudaraan, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut diikuti oleh warga LDII dan masyarakat sekitar dengan penuh khidmat. Selain meningkatkan pemahaman keislaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai kerukunan sosial.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, J. Harpendi, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun karakter umat yang berakhlak mulia.
“DPD LDII Kabupaten Purwakarta berkomitmen untuk terus menggelar pembinaan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang religius, moderat, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar J. Harpendi.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin, DPD LDII Kabupaten Purwakarta berharap nilai-nilai keislaman yang menyejukkan, rukun, kompak, dan selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.